Rumah Warga Kota Banjar Ditarik Pohon Durian Saat Hujan Beracun Angin Kencang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ketentuan Kekhawatiran dan Risiko Bencana di Kota Banjar

Hujan intens disertai angin kuat melanda Kota Banjar sejak Rabu sore (4/2/2026), menyebabkan pohon durian pecah dan jatuh, memicu kerusakan rumah milik Dede Popon di Dusun Cibentang. Penghuni rumah tersebut masih berada di dalam saat kejadian terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. “Kebetulan, ketika pohon pecah, rumah korban masih terlindungi oleh struktur atap asbes,” berkata Kepala Pelaksana BPBD Kotabangar Ruhimat pada Kamis (5/2/2026).

Hasilnya, bagian atap rumah terjerat parah, meskipun rumah masih dapat diselenggarakan. Pohon yang jatuh menimpa bagian belakang rumah dan menyebarkan sekitar 20 lembar asbes. Petugas BPBD segera mengakses lokasi dengan gergaji mesin untuk mengeluarkan pohon dan memulihkan sisaan.

Kekhawatiran, korban hanya mengalami kerugian materi sebesar Rp3 jutaan. BPBD telah mengajukan pengajuan bantuan resmi. Tidak ada korban jiwa atau luka, karena penghuni berhasil keluar sebelum pohon jatuh. Wali Kota Banjar serta tim jajaran mengajukan bantuan logistik berupa makanan dan tent untuk mendampar atap rumah sementara.

BPBD mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terus menyertai. Meski bencana ini tidak berkorban, risiko serangan pohon atau kerusakan struktural masih tinggi saat hujan parah.

Pemuda dan warga disarankan meningkatkan ketegaran terhadap peta gejala bencana. Keselamatan rumah bisa ditingkatkan dengan pengecekan rutin terhadap pohon berbuah dewasa.

Bencana seperti ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk merumit pada regulasi preventif. Dengan kolaborasi BPBD dan lapangan rakyat, dampak bencana bisa dikontrol lebih cepat.

Hukum alam tak bisa dihindari, tetapi reaksi manusia bisa menjadi pelindung utama. Semakin cepat masyarakat memahami dan berani melaporkan gelembung curam, semakin kecil risiko kerusakan besar.

Kebijakan pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan infrastruktur di daerah tropis. Investasi dalam sistem peringatan dini atau pemasangan pohon strategis bisa mengurangi kerugian di masa mendatang.

Setiap bencana adalah pelajaran. Jangan tunggu saat cuaca ekstrem untuk belajar. Siapkan dokumen penting, temukan kursi yang aman, dan jaga jaringan komunikasi keluarga.

Kekuatan masyarakat bukan hanya dalam reaksi pasca-bencana, tapi dalam persiapan yang lebih canggih. Dengan semangat ini, Kota Banjar dan daerah lain bisa menghadapi banjir atau darah hujan dengan lebih tenang.

Pemikiran ini mengajak kita untuk tidak hanya berani mengembangkan teknologi, tapi juga memperkuat solidaritas di lingkungan. Bencana bisa menantang, tapi bukan menghancurkan jika kita siap beradaptasi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan