Badan Lingkungan Hidup dan Perkembangan Kebersihan Kabupaten Pangandaran telah meminta aksesi 150 hotel, rumah makan, serta penginapan untuk menjelajahi keterlibatan mereka dalam mengelola masalah limbah di Pantai Barat. Irwansyah, Kepala Dinas, menyatakan ini melalui media Radar Rabu (4/2/2026).
Sebagai bagian dari prosedur, penginapan wajib dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai aturan. Namun, beberapa hotel masih tidak memenuhi syarat ini. Irwansyah mengkhawatirkan berakhirnya limbah ke saluran air drainase, yang menjadi penyebab ketimpangan di pantai. “Kami akan merencanakan pertemuan dengan DPRD dan pihak terkait untuk memperkuat komitmen mereka,” ujarnya.
Agus Mulyana, Ketua PHRI, mempertanyakan asalnya limbah. “Tidak semua aliran air berasal dari hotel. Banyak juga kontribusi dari rumah tangga dan fasilitas umum,” ia menjelaskan melalui Wartawan Selasa (3/2/2026). Data konkret jumlah hotel yang telah terpasang IPAL belum diperoleh.
Kritik terhadap hotel sebagai target utama telah lama ada. Meskipun mayoritas memiliki IPAL, agak hanya beberapa yang benar-benar menjalankannya. Agus menegaskan, “Kondisi pantai tergantung pada manajemen kollektif, bukan hanya dari satu sektor.”
Tren manajemen limbah di kawasan wisata memerlukan inovasi. Banyak hotel masih berrelasi dengan praktik tradisional yang tidak ramah lingkungan. Perlu peningkatan kesadaran melalui kampanye atau regulasi yang lebih ketat. Solusi juga bisa dirakatkan dengan teknologi, seperti sistem pengolahan limbah berbasis digital.
Batasan ketersediaan IPAL di pantai Pantangaran mengungkap kesenjangan infrastruktur. Meski regulasi wajar, eksekusi masih rentan. Perlu komitmen lebih kuat dari pihak berwenang dan kesadaran masyarakat.
Pantai yang once ramah wisatawan mulai menjadi area yang sulit dijajah karena polusi. Ini bisa menjadi tanda jika tidak segera diatasi.
Air limbah di Pantai Barat bukan cuma masalah hotel. Ini adalah tantangan yang melibatkan berbagai pihak. Solusinya harus holistik—dari komite pemerintah hingga partisipasi wisatawan. Semakin banyak yang berpartisipasi dalam mengelola lingkungan, semakin besar peluang pantai bisa kembali menjadi tempat istimewa.
Air limbah di Pantai Barat tidak cuma masalah hotel. Ini adalah tantangan yang melibatkan berbagai pihak. Solusinya harus holistik—dari komite pemerintah hingga partisipasi wisatawan. Semakin banyak yang berpartisipasi dalam mengelola lingkungan, semakin besar peluang pantai bisa kembali menjadi tempat istimewa.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.