Indonesia Menjadi Sentral Hub Ekonomi Islam di Asia-Pacific
Arsjad Rasjid, ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC), menilai Indonesia memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat penghubung perdagangan dan investasi Islam di kawasan Asia-Pasifik. Perasaan ini disampaikan saat Indonesia-Business 57+ (B57+) Roundtable di forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta.
Inisiatif B57+ ini memusatkan perhatian para pemimpin negara, perusahaan, dan mitra internasional untuk membangun strategi konkret dalam meningkatkan keterhubungan ekonomi antarnegara-muslim. Proyek ini akan dijalankan melalui pembentukan B57+ Asia-Pacific Chapter yang resmi diperkenalkan pada 3 Februari 2026.
Arsjad mengakui bahwa colaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan jembatan antara pemimpin sektor swasta dari negara-members Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) untuk memperkuat pertukaran dagang, investasi, dan kerja sama ekonomi di seluruh pasar Islam.
“Indonesia memiliki keunggulan geografis dan kepercayaan sebagai jembatan bagi pelaku usaha Muslim di berbagai negara,” kata Arsjad dalam keterangan tertulis. “Kami siap menghubungkan pelaku bisnis Islam dengan peluang investasi nyata, mulai dari kerjasama hingga proyek besar, serta ber openness untuk bekerja sama dengan investor global yang tertarik dengan ekonomi Islam.”
Potensi ekonomi Islam global terus tumbuh. Pengeluaran di sektor halal mencapai US$ 2,43 triliun pada 2023, dengan proyeksi kenaikan menjadi US$ 3,36 triliun pada 2028. Di bidang keuangan Islam, aset meningkat dari US$ 4,93 triliun menjadi US$ 7,53 triliun dalam periode yang sama, sementara Islamic fintech diproyeksikan mencapai US$ 306 miliar pada 2028 dengan pertumbuhan 13,6% per tahun.
Menurut laporan State of Global Islamic Economy Report 2024-2025, Indonesia mempertahankan peringkat ketiga di ekonomi Islam dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. Prestasi terbaiknya berada di sektor modest fashion (rank-1), pariwisata Muslim-friendly (rank-2), serta farmasi dan kosmetik halal (rank-2).
Indonesia juga menjadi negara dengan investasi halal terbesar di dunia, mencatat 40 transaksi senilai US$ 1,6 miliar pada 2023 dari total investasi global sebesar US$ 5,8 miliar. Industri halal di Indonesia terus berkembang dengan momentum kuat, mencatat 140.944 perusahaan dan 584.552 produk bersertifikasi halal hingga triwulan II-2025.
Di kawasan Asia-Pacific, nilai ekonomi halal mencapai US$ 524,38 miliar hanya di sektor makanan dan minuman. Abdullah Saleh Kamel, presiden ICCD dan Chairman of the Federation of Saudi Chambers of Commerce, mendukung peran Indonesia dalam B57+ Asia-Pacific Regional Chapter. Ia memandang ini sebagai langkah kritis untuk membangun kerajinan lintas negara yang lebih terstruktur.
“B57+ tidak hanya memberikan kerangka kerja praktis, tetapi juga memungkinkan pelaku usaha Islam saling terhubung lebih efektif,” ujar Kamel.
Potensi Kooperasi Lebih Luas
Arsjad menekankan bahwa Indonesia wajib memanfaatkan keunggulan strategisnya untuk menjadi pusat integrasi ekonomi Islam di Asia-Pacific. Dengan melibatkan lebih banyak negara dan investor global, ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing ekonomi halal dunia.
Pembangunan B57+ Asia-Pacific Chapter memerlukan kolaborasi yang lebih mendalam antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Fokus pada halal sebagai driver pertumbuhan ekonomi global bisa menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan perdagangan antarnegara.
Indonesia juga harus terus meningkatkan standar sertifikasi halal serta mengembangkan infrastruktur logistik untuk mendukung ekspor produk Islam. Investasi di teknologi halal dan fintech Islam perlu prioritas untuk memasuki market global dengan efisiensi lebih besar.
Kombinasi keunikan geografis, kepercayaan, dan potensi ekonomi halal Indonesia membuat negara ini menjadi model yang inspiratif. Jika diutilisasi secara optimal, ini bisa menjadi dasar untuk membangun ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berkelanjutan diAsia-Pacific.
Arsjad menyimpulkan bahwa kesuksesan ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Islam di dunia. Dengan kerja sama yang lebih terorganisir, B57+ bisa menjadi penindah baru pada standar ekonomi global Islam.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.