Dramatis! Kakek 73 Tahun di Cigalontang, Tasikmalaya, terbenting longsor selama 10 menit, akhirnya terlindungi.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kecelakaan Longsor di Tasikmalaya Menyusul Kena Pembangunan Benteng Rumah

Di Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, terjadi longsor di pukul 10.35 WIB pada Rabu (4/2/2026). Korban, seorang pekerja named Cucu Herdian (73 tahun), tertimbun saat menggali tanah untuk fondasi benteng rumah di Kampung Dangur. Galian yang dikaitkan dengan longsor memiliki lebar 15 cm, kedalaman 1,5 meter, dan panjang sekitar 6 meter. Di atas lokasi, tebing tanah mencapai ketinggian 4 meter.

Kebijakan kerja menjadi penyebab utama kecelakaan. Saat membangun benteng, Cucu Herdian bekerja bersama rekan. Menyentuh tebing, longsor muncul tiba-tiba dan menyentuh korban hingga tertimbun. Warga sekitar segera berpenanganan, menyelamatkan Cucu Herdian dengan bantuan BPBD dan TNI-Polri. Korban mengalami sesak napas dan langsung dipasang perawatan di Puskesmas Cigalontang.

Pemerintah lokal mengingatkan pekerja untuk hati-hati saat bekerja di dekat tebing atau tanah labil. Penggalian harus dilakukan dengan perlahan dan diarea yang stabil. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga keteladanan saat mengembangkan infrastruktur.

Data Riset Terbaru
Studi terbaru menunjukkan bahwa longsor sering terjadi di daerah dengan terracing yang tidak teratur atau ketika tanah sudah terlalu basah. Teknologi detectivitas tanah labil menggunakan sensor IoT mulai diterapkan di beberapa wilayah Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan pengamatan real-time dan tahanan dini terhadap risiko longsor.

Studi Kasus Relevan
Beberapa wilayah seperti Jawa Barat pernah mengalami longsor besar karena konstruksi yang tidak memadukan dengan kondisi alam. Contohnya, kecelakaan longsor di Bandung pada 2023 mengajak pemerintah memperkuat regulasi pemotongan pohon di tebing. Kasus Tasikmalaya menegaskan pentingnya konsultasi geologis sebelum pengembangan area bertebing.

Insight Unik
Kecelakaan ini memungkinkan diskusi tentang keseimbangan antara pembangunan dan keamanan lingkungan. Setiap proyek konstruksi harus mempertimbangkan risiko alam sekitar. Warga juga perlu lebih informasi tentang kondisi tanah sebelum menginvestasikan fondasi rumah di tebing.

Penutup Motivasi
Setiap tetapan longsor adalah pengingat bagi kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan ahli teknik, risiko longsor bisa dikurangi. Jangan tunggu saat terjadi bencana—sekarang evaluasi kondisi tanah di sekitar rumah atau proyek konstruksi. Keamanan bersama adalah keharusan yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan