Kelompok Petani Banyuwangi Jaga Stabilitas Harga Buah Naga

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Para petani buah naga di Banyuwangi berupaya menjaga harga tetap stabil sebagai strategi keberlanjutan usaha. Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) memadukan petani agar tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga saat panen melimpah.

Edy, Kepala Kelompok Panaba Banyuwangi, menjelaskan kelengkapan klaster sebagai solusi melindungi petani dari keunggulan pedagang. Di dalam klaster, penjual wajib ikut aturan harga yang disepakati bersama. Contohnya, pas pasar harga Rp10.000, mereka membeli minimal Rp7.000. Petani luar klaster sering memanfaatkan harga lebih murah, sedangkan anggota klaster mendapatkan kode dan panduan harga khusus, seperti disampaikan Edy dalam keterangan tertulis Rabu (4/2/2026).

Klaster Panaba diwarnai pada tahun 2016 saat panen buah naga semakin melimpah namun menghadapi ancaman seperti penyakit dan pasar terlalu ketinggian. Edy mengajak petani untuk berbudidaya bersama, sehingga klaster mulai berkembang. Kelompok ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga platform berbagi informasi, saling mendukung, dan menciptakan solusi praktis.

Dukungan Program Klasterku Hidupku BRI sejak 2017 mempengaruhi perkembangan klaster ini. Pendampingan BRI membantu petani meningkatkan kapasitas usaha dan akses modal. Inovasi seperti penggunaan lampu untuk mengatur siklus produksi, dikembangkan sejak 2013, menjadi langkah penting untuk menjaga konsistensi panen.

BRI juga memberikan pelatihan langsung dengan menarik pakar, serta mempermudah pinjaman modal tanpa kebutuhan agunan. Edy merasa pendampingan BRI meningkatkan kepercayaan diri petani. “Petani lebih berani mengembangkan usaha karena tidak perlu berlari sendiri,” kata Edy.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan Program Klasterku Hidupku dirancang untuk mendorong UMKM berkembang, terutama di bidang produksi. Dengan penguatan klaster, BRI tidak hanya memberikan modal, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi dan daya saing lokal.

Hingga 2025, BRI telah membangun 42.682 klaster usaha dengan 3.001 program pemberdayaan. Fokusnya pada sektor berdaya ungkit tinggi, seperti klaster Panaba, menjadi contoh inspiratif bagi UMKM lain.

Petani di Banyuwangi belajar bahwa kerjasama bisa mengubah tantangan menjadi kesempatan. Klaster Panaba membuktikan bahwa dengan disiplin dan dukungan terpadu, usaha pertanian bisa berkelanjutan dan berkontribusi bagi ekonomi lokal. Model ini bisa jadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi masalah harga atau pengembangan komoditas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan