SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya Tidak Bisa Mengakses Jalan Masih Kubangan Karena Terjebak Jadi Sekolah Tanpa Murid

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

Kehadiran sekolah baru di Tasikmalaya dirancang untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di area Bungursari. Meski bangunan telah tersedia, masalah akses tetap menjadi ancaman. Jalan yang menghubungkan sekolah ke jalan utama hanya 500 meter, namun jalan tersebut usang dan tidak layak, terutama saat hujan. Dian Widyastuti, kepala sekolah, mengungkapkan kondisi ini sudah久久被提出, meski lembaga terkait seperti Bina Marga telah mengukur untuk pembangunan jalan.

Jalan yang dijanjikan belum selesai, sementara sekolah tetap kosong. Otak sekolah berdiri tapi belum aktif, karena guru belum tiba dan siswa tidak dapat mengakses secara aman. Ini menyentuh isu pemberantasan ketimpangan pendidikan yang masih belum efektif.

Instansi pemerintah memproses pembangunan jalan, tetapi rencana belum terwujud. Masa estimasi pembangunan January 2026 masih menjadi janji yang belum terpenuhi. Hasilnya, proses belajar-belajar terus terhambat karena keterbatasan fasilitas.

Kondisi ini mengungkapkan tantangan yang tergantung pada kecepatan penanganan infrastruktur. Sekolah baru yang ditanamkan hanya menjadi simbol, tetapi tanpa dukungan fisik yang sehat, manfaatnya tidak tercapai.

Penutup:
Kehadiran sekolah tanpa akses aman menjadi ujian ketangguhan komitmen terhadap pendidikan merata. Solusi tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan berkelanjutan. Semoga time yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini dapat diwaspadai, agar siswa bisa merasakan manfaatnya tanpa keterbatasan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan