Pekerja Renovasi Jembatan di Bogor Tertinggal ke Sungai dan Ditemukan Meninggal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Salah satu pekerja yang melakukan perbaikan Jembatan Leuwiranji mengalami kecelakaan dan menyusul ke sungai Cisadane di Kecamatan Rumpin, Bogor. Pukul 20:00 WIB tanggal 1 Februari 2026, korban terpeleset saat melakukan pemeriksaan pada konstruksi jembatan. Korban bernama Prangki, usia 25 tahun, terlalu jauh dari lokasi jatuh dan ditemukan pada pagi berikutnya.

Penguasa SAR Bogor, M. Fazry, menjelaskan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di radius 9,7 kilometer dari tempat kejadian. Usaha pencarian sebelumnya dilakukan dengan perahu karet hingga 17 kilometer melintasi sungai Cisadane. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bogor, Muhammad Adam Hamdani,.confirmen penuntutan bahwa terpeleset terjadi saat korban sedang memastikan kestabilan baut.

Kondisi jembatan Leuwiranji menjadi perhatian karena kecelakaan ini. Data menunjukkan risiko krisis infrastruktur di area yang kurang diperhatikan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk mempercepat pengawasan dan pemeliharaan konstruksi jembatan.

Sekaligus, riset terbaru mengungkap bahwa kecelakaan di jembatan sering terjadi di daerah dengan cuaca tidak stabil atau struktur yang tidak terwujud. Salah satu solusi proposisinya adalah penggunaan teknologi sensor untuk memantau kestabilan konstruksi secara real-time. Studi kasus dari wilayah lain menunjukkan pengurangan 40% kecelakaan setelah implementasi sistem pemantauan cerdas.

Kebijakan aman harus menjadi prioritas. Kinerja pemerintah serta komunitas local dalam melaporkan kerusakan harus dioptimalkan. Setiap jembatan, terutama di daerah pegunungan seperti Bogor, memerlukan perawatan rutin. Jangan sampai tragedi lainnya terjadi karena keterbatasan pengawasan. Keamanan infrastruktur bukan hanya soal teknologi, tetapi juga konsistensi dalam pemberitaan dan tanggung jawab bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan