ASUS Menargetkan Merangkul 30% Pangsa Pasar Notebook Asia-Pasifik pada 2026

Saskia Puti

By Saskia Puti

ASUS menargetkan pencapaian 30% pangsa pasar notebook konsumen di Asia-Pasifik pada tahun 2026 dengan pendekatan bisnis yang terintegrasi serta dukungan distribusi multikana. Rencana ini diungkapkan dalam acara Consumer Business Asia-Pacific Partner Summit 2026 yang diadakan di Sydney, Australia, dengan tema “EVOLVE”.

Peter Chang, Directeur Général APAC Consumer Business ASUS, menekankan bahwa strategi omnichannel serta kerja sama tiba-tiba dengan mitra menjadi kunci untuk memperkuat posisinya di tengah perubahan dinamik industri teknologi. ASUS melihat potensi pertumbuhan signifikan di pasar notebook konsumen, terutama karena permintaan perangkat produktivitas, hiburan, dan konten kreatif semakin meningkat.

Strategi perusahaan mengintegrasikan saluran online dan offline agar produk ASUS lebih mudah diakses konsumen, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan. Selain itu, ASUS menekankan transformasi digital bagi mitra penjualan dengan memberikan akses ke teknologi dan data terbaru, sehingga mereka bisa beradaptasi cepat terhadap tren pasar dan kebiasaan pengguna.

Dalam peta jalan 2026, ASUS menegaskan omnichannel sebagai pilar utama. Pendekatan ini memadukan pengalaman belanja konsumen secara online dan offline, mencakup platform e-commerce resmi, marketplace mitra, serta jaringan ritel fisik. Tujuannya adalah memberikan akses produk yang lancar di berbagai titik penjualan, serta memperkuat keterhubungan merek dengan konsumen.

ASUS juga mengembangkan keberlanjutan digital bagi mitra, memberikan alat dan sumber daya untuk memadukan perubahan perilaku pengguna serta tren pasar. Portofolio notebook ASUS di 2026 melampaui seri Zenbook premium hingga model khusus untuk kreator konten dan profesional. Variasi produk ini direncanakan mendukung penetrasi lebih luas di pasar yang beragam.

Tidak lepas dari tantangan, ASUS menyadari persaingan ketat dari kompetitor, fluktuasi harga komponen, serta tekanan harga di segmen menengah. Perusahaan menjanjikan strategi merencanakan portofolio produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen harga. Selain itu, responsivitas Mitra penjualan dalam memberikan layanan, termasuk dukungan purna jual dan stok produk, menjadi aspek kritis.

Omnichannel tidak hanya memperluas saluran penjualan, tetapi juga menyatukan pengalaman pelanggan di seluruh jalur interaksi. Konsumen bisa riset produk online, lalu uji coba fisik di toko, hingga melakukan pembelian dan layanan setelahnya tanpa kesalahan. Model ini semakin penting di pasar global, terutama di Asia-Pasifik di mana pola konsumsi sangat bervariasi.

ASUS memiliki reputasi kuat di Indonesia dan Asia Tenggara, sering kali menjadi vendor teratas di data riset pasar. Keberhasilan sebelumnya dalam mengejar pasar lokal menjadi fondasi untuk target 30% di Asia-Pasifik. Pergerakan produk di Indonesia juga mencerminkan adaptasi strategi global ASUS dengan preferensi konsumen lokal.

Kolaborasi dengan Mitra seperti Intel dan Microsoft menjadi elemen kunci dalam eksekusi strategi. Di ajang APAC Summit 2026, lebih dari 215 mitra ikut diskusi, menargetkan memperkuat jaringan distribusi dan layanan. Kemitraan ini membantu ASUS merespons perubahan pasar dengan cepat.

Persaingan di segmen notebook akan semakin ketat, dengan omnichannel, inovasi produk, dan kerja sama strategis sebagai landasan. Untuk pengguna di Indonesia, tren ini bisa membuka peluang akses produk ASUS yang lebih terjangkau dan sesuai kebutuhan produktivitas serta kreativitas digital.

Strategi ASUS tidak hanya menargetkan posisi pasar, tetapi juga mencerminkan transformasi model bisnis di industri teknologi. Integrasi digital dan fisik menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang, khususnya dalam pasar yang dinamis seperti Asia-Pasifik.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan