Menkes Ungkap Kesalahan Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sayur sering dikaitkan dengan sehat karena kandungan serat dan vitaminnya. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa cara memasaknya yang salah bisa meningkatkan asupan lemak, memicu obesitas, dan meningkatkan kolesterol. Ia menyampaikan ini melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/1/2026).

Orang banyak merasa sudah menjalani pola makan sehat karena konsumsi sayur. Namun, metode memasaknya seringkali tidak diingat, sehingga minyak dari olahan menjadi sangat tinggi. Menkes menjelaskan bahwa sayur memang kaya serat dan vitamin, tetapi memiliki karakter seperti penyerap minyak. Jika dimasak dengan minyak atau digoreng, minyak akan menyerap ke dalam serat sayur.

Contohnya, masakan terong balado dengan minyak banyak. Hal ini membuat sayur yang seharusnya sehat menjadi sumber lemak berlebihan. Meskipun orang berkeinginan makan sayur, proses ini bisa menjadi penyebab kolesterol naik dan berat badan meningkat.

Menkes mengingatkan bahwa sayur harus menjadi “teman tubuh”, bukan malah merusak manfaatnya. Cara ideal adalah memasaknya kukus, direbus, atau dimakan mentah seperti lalapan. Ia memberikan contoh praktis dengan kebiasaan makan lalapan yang tidak tambahan minyak.

Secara praktis, orang Sunda sering lebih suka makan sayur mentah. Menyesuaikan metode memasaknya dengan cara sederhana seperti mencuci dulu sebelum makan. Ini menjadi solusi untuk menikmati manfaat sayur tanpa risiko menambah lemak.

Masa kini, setiap orang diminta memilih cara memasak sayur dengan cermat. Jangan asal menggoreng atau menambahkan minyak berlebihan. Dengan memahami keberadaan sayur sebagai makanan sehat, bisa mengoptimalkan manfaatnya. Mulai dari sederhana seperti makan lalapan, bisa mengurangi risiko kolesterol tinggi dan obesitas yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan