Bisnis infrastruktur digital di dunia masih memiliki potensi pertumbuhan yang luas. Di Indonesia, Equinix mengungkapkan lima tren yang akan dominan pada tahun 2026. Haris Izmee, Managing Director Equinix Indonesia, mengajak bisnis data center beralih dari infrastruktur dengan kapasitas rendah (2-5 kW) ke sistem berkapasitas tinggi yang mendukung AI, seperti yang memerlukan 30 kW dan lebih. Fokus ini diperlukan karena pembangkitan ekonomi digital yang semakin mengandalkan teknologi canggih.
Investasi dalam pusat data untuk AI meningkat pesat, terutama dalam segment infrastruktur AI. Solusi pendinginan generasi baru, termasuk desain liquid cooling, menjadi prioritas utama. Haris menjelaskan, setahun lalu banyak perusahaan masih eksperimen dengan AI, tetapi pada 2026 kemungkinan akan muncul banyak kasus penggunaan nyata. Fasilitas seperti Equinix JK1 di Jakarta, yang dirancang untuk kebutuhan AI, menjadi contoh solusi yang mendukung kebutuhan pendinginan tinggi dan interkonetasi rΓ‘pida.
Tren kedua mengacu pada keandalan data center yang selalu aktif. Downtime tidak lagi diterima oleh industri seperti e-commerce atau fintech, yang memerlukan ketahanan sejak desain awal. Kedaulatan data juga menjadi peraturan harusannya. Data sensitif harus diproses di dalam negeri sesuai UU PDP dan PP 71, sementara kolaborasi internasional memerlukan perlindungan yang ketat. Konsumen semakin memprioritaskan keamanan data, memangkas kebutuhan untuk layanan cloud atau AI dari luar negeri.
Tren ketiga menggeser keputusan AI ke lokasi tempat data dihasilkan. Pendekatan distribusi AI semakin umum, mempercepat proses pengambilan keputusan. Di Asia Pasifik, model multi-cloud semakin diadopsi untuk fleksibilitas dan keandalan. Deon Montasser dari Equinix Indonesia menekankan, model ini membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada satu penyedia. Industri seperti bioteknologi, kesehatan, dan logistik menjadi contoh pengguna teknologi AI tinggi.
Tren terakhir adalah adopsi model multi-cloud sebagai standar operasional. Di Indonesia, bank dan layanan keuangan menjadi sektor utama yang memerlukan infrastruktur data center. Anthony Ho, Director Product and Solution Marketing APAC Equinix, mengklaim model ini mengoptimalkan biaya dan meningkatkan ketahanan. Untuk Indonesia, kebutuhan data center diperkirakan akan terus meningkat, terutama di sektor keuangan.
Tren-tren ini merekayasa masa depan infrastruktur digital. Bisnis harus siap menyesuaikan dengan kebutuhan AI, keamanan data, dan fleksibilitas teknologi. Investasi dalam solusi inovatif tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan keandalan layanan digital di masa depan.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
π Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
π Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.