MUI Bertanggung Jawab dengan Keputusan Gabung Board of Peace Sesudah Bertemu Prabowo

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

MUI Dupondong Keberlanjutan Indonesia Bergabung di Board of Peace
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan dukungan penuh bagi keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) setelah pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana. Organisasi ini menekankan bahwa partisipasi tersebut bertujuan untuk menghadapi tantangan global bersama, terutama melalui persatuannya dalam kebijakan kemaslahatan.

Dalam forum yang digelar di Jakarta, Prabowo mengumpulkan berbagai organisasi Islam yang berkeadilan untuk mendiskusikan visi Board of Peace. MUI setuju dengan langkah ini, meski tetap mempertahankan kritik terhadap kesekolahannya. Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menonjolkan bahwa kehadiran Indonesia dalam forum ini didasarkan pada komitmen presiden untuk menyelamatkan rakyat, terutama orang-orang di Gaza.

Anwar meringkas bahwa Prabowo mengungkapkan keinginan untuk membantu Palestina secara utuh melalui Board of Peace. Namun, MUI juga mempertahankan pemberantasan terhadap keberhasilan ini. Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menyampaikan kekhawatiran bahwa board ini digagas oleh Presiden AS Donald Trump dan mencakup Presiden Israel yang dianggap bertindak melawan Palestina. MUI menilai kehadiran Indonesia dalam forum ini tidak sebanding dengan tujuan humanitari yang direncanakan.

Anwar juga menekankan bahwa jika Board of Peace tidak bergerak sesuai prinsip kemaslahatan, semua negara Islam yang bergabung akan segera keluar. Hal ini menjadi peringatan bahwa organisasi ini harus tetap fokus pada tujuan penuh perjuangan duniawide.

Prabowo derajin bahwa Board of Peace bukan hanya untuk pembahasan politik, tetapi juga untuk menegakkan hak orang-orang yang terancam. MUI menilai ini sebagai kesempatan untuk Indonesia menjadi pelindung global, meski tetap mempertanyakan keterlibatan di bawah kondisi yang tidak transparan.

Penutup
Langkah ini mengajak kita untuk refleksi: Bagaimana kita menjaga keseimbangan antara kebutuhan global dan keberhasilan nasional? Di dunia yang penuh ketidakpastian, komitmen untuk perdamaian tetap menjadi kunci. Semoga semua pihak bisa berkolaborasi dengan benar, tanpa kompromi pada prinsip dasar yang mengedepankan kemaslahatan umat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan