Kejar Target Pemerintah Dapat Investasikan Rp 1.682 untuk Kembangkan Energi Hijau

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

ESDM menetapkan target investasi Rp 1.682 triliun dalam dekade untuk membangun energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Target ini sejalan dengan RUPTL 2025-2034. Direktor Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa mayoritas pendanaan akan berasal dari sektor swasta. “Tiga puluh persen investasi akan dari pemerintah, sisa dari pendanaan pribadi,” kata Eniya di forum EVolution Indonesia.

Jika target ini tercapai, Indonesia bisa menghasilkan 760 ribu pekerjaan hijau. Pekerjaan ini membutuhkan SDM dengan skill teknis khusus. Eniya menekankan bahwa pendanaan swasta perlu didorong melalui kebijakan yang mendukung, seperti subsidi atau kredit berjangka.

Pemerintah telah memperkuat komitmennya melalui Permen ESDM No. 10 Tahun 2025. Atas peraturan ini, teknologi co-firing, pengurangan BBM, dan substitusi diesel mulai diprioritaskan. Di 2025, penambahan energi hijau mencapai 1,3 GW, meningkatkan porsi energi bersih di jaringan listrik hingga lebih dari 16%.

Penambahan energi terbarukan ini juga berdampak signifikan terhadap reduksi emisi karbon. Emiya mengulas bahwa penambahan 1,3 GW setidaknya mengurangi emisi 82,47 juta ton CO2. Hasil ini menunjukkan Indonesia sudah maju dalam jalur mencapai net zero emission pada 2060.

Investasi EBT di Indonesia bukan hanya kebutuhan teknologi, tetapi juga peluang untuk berkelanjutan ekonomi. Sektor swasta diminta untuk berinovasi dalam solusi energi, terutama di bidang solarker dan baterai.

Pembangunan EBT memerlukan kerja sama cepat di antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Investasi swasta harus dioptimalkan untuk mempercepat transisi energi. Kebijakan yang jelas akan menjadi kunci memicu langkah inovatif di sektor pembangkit listrik terbarukan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan