Jakarta – Responsnya terhadap hukuman penjara 11 tahun yang ditetapkan hakim Djuyamto dalam kasus korupsi suap vonis lepas perkara minyak goreng kini menjadi alasan penuh ketegangan bagi pihaknya. Hukuman tambahan 1 tahun membuat total penentuan menjadi 12 tahun penjara, yang dianggap seperti senjata makan tuan bagi hakim tersebut.
Sebelumnya, saat pengadilan first-instance di Tipikor Jakarta, Djuyamto tidak meminta sentensi ringan. Ia meminta dugaan seadil-adilnya, meski yakin akan dituntut hukuman maksimal. Djuyamto mengingatkan bahwa penegakan hukum harus seimbang dengan keadilan, seperti tertuang dalam UU Kekuasaan Kehakiman.
Pemuda hakim yang menangani kasus ini, Agam Syarief Baharudin dan Ali Muhtarom, juga terlibat dalam pengakuan suap. Total uang yang diduga diterima mencapai Rp 40 miliar, dibagi antara Djuyamto, Agam, Ali, serta tokoh lain. Djuyamto didakwa menerima Rp 9,5 miliar, Agam Rp 6,2 miliar, dan Ali sebesar Rp 6,2 miliar.
Putusan pengadilan pertama menyatakan Djuyamto bersalah mengakui menerima suap sebesar Rp 9,211,864,000. Hukuman meliputi 11 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan uang pengganti sebesar Rp 9,2 miliar. Agam dan Ali mendapat sentensi serupa, sambil Duiyamto dituntut penuntutan tambahan.
Pemeriksaan banding di Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat penentuan Djuyamto. Hukuman ditambah menjadi 12 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan uang pengganti Rp 9,2 miliar. Hukuman Agam dan Ali tetap 11 tahun penjara, dengan uang pengganti sebesar Rp 6,4 miliar.
Perkara ini menunjukkan bagaimana korupsi yang melibatkan suap vonis bisa mengancam pengadilan. Djuyamto dan tokoh lain dikejar karena membebaskan korporasi migor melalui dugaan suap.
Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk tetap waspada terhadapkeserakahan dalam semua transaksi. Keadilan dan transparansi adalah nilai yang harus dikuasai, terutama dalam hal yang melibatkan uang publik. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah terbawa oleh kepentingan pribadi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.