Forum Energi Squad Pangandaran Geruduk Kantor PLN Keluhan Listrik Sering Mati dan Pelayanan Lamban

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Beberapa warga di Kecamatan Langkaplancar–Cigugur, Provinsi Jawa Barat, melaksanakan pergi ke Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banjar. Mereka melampirkan berbagai isu yang mengganggu sehari-hari mereka melalui Forum Energi Squad. Pemimpin komunitas ini, Emis Misbahudin, menjelaskan kehadiran mereka dikaitkan dengan ketergantungan layanan listrik yang tidak memadai di wilayah tersebut.

Seperti yang disebut oleh Misbahudin, pengadilan masyarakat mencantumkan beberapa hal crucial yang perlu ditindaklanjuti segera. Salah satunya adalah ketidakconsistennya pengawasan daya listrik, yang sering kali terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, respon tim pelayanan terhadap gangguan juga dianggap kurang optimal. Hal ini mencakup penanganan yang lambat atau tidak efektif terhadap masalah listrik yang terjadi.

Misbahudin menekankan kekurangan informasi dan komunikasi yang efektif dari pihak PLN kepada masyarakat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi keuangan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lainnya. Perlu diketahui, komplain ini datang sebelum hari Ramadan, sehingga期望 dapat mempercepat penanganan.

Dibalik itu, masyarakat juga meminta pengembangan infrastruktur jaringan listrik yang lebih kuat. Penggunaan gardu (antisipasi listrik mati) menjadi permintaan spesifik mereka, agar tidak terjadi pemadaman mendadak lagi. Sebagai acuan, Misbahudin mengklaim keharusan kualitas listrik yang memadai serta peningkatan kapasitas jaringan oleh pihak PLN.

Manager PLN ULP Banjar, Fajar Maulana menjelaskan penyebab gangguan listrik. Faktor-faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, aktivitas binatang, atau pohon yang menutup kabel dapat memicu masalah tersebut. Meski PLN tidak bisa mengontrol perubahan cuaca, tim pelayanan akan langsung berintervensi ketika terjadi kerusakan. Untuk masalah binatang, PLN akan memasang alat ranjau sebagai upaya penanggulangan.

Warga minta PLN memberikan jawaban yang jelas dan realistis terkait pelayanan listrik. Mereka berharap solusi bisa dijalankan sebelum bulan Ramadan, karena kondisi listrik yang tidak stabil telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Selain itu, hak konsumen untuk mengharapkan kualitas listrik yang lebih baik, seperti stabilitas tegangan dan ketersediaan daya saat perlahan.

Berdasarkan komplain masyarakat, PLN perlu mengevaluasi strategi pelayanan. Fokus pada komunikasi yang lebih transparan, peningkatan infrastruktur, dan respons cepat terhadap masalah listrik menjadi pendekatan yang wajar. Meskipun faktor eksternal seperti cuaca atau alam tidak bisa diatur sempurna, tindakan proaktif dari pihak berwenang tetap menjadi solusi utama. Warga berharap PLN mampu memenuhi permintaan tersebut dengan cepat, agar kesejahteraan masyarakat dapat melancar tanpa gangguan listrik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan