Basis dari ChatGPT Membuat Bot Media Sosial Gratis

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

OpenAI, yang dulu dikenal dengan ChatGPT, sedang mengembangkan platform media sosial baru yang menargetkan pengelolaan akun manusia saja. Berbeda dengan layanan media sosial konvensional, sistem ini akan melarang akun bot. Berdasarkan laporan Forbes, yang dipotong dari informasi insider, OpenAI mengajukan konsep unik ini untuk memastikan setiap pengguna benar-benar manusia.

Untuk memverifikasi identitas, platform akan meminta pengguna memberikan bukti melalui verifikasi biometris. Alat seperti World Orb, dikembangkan oleh Tools for Humanity yang juga di bawah alur OpenAI, akan memindai mata pengguna untuk menghasilkan ID unik. Teknologi ini diharapkan memangkas risiko akun palsu yang semakin menyusul.

Tapi, penggunaan verifikasi biometris juga menimbulkan perhatian terhadap privasi. Data seperti iris mata atau suara tidak dapat diubah, sehingga jika terlarang, bisa memicu masalah serius. Sementara ini, platform ini masih dalam fase awal pengembangan dengan tim kecil, kurang dari 10 orang.

Platform ini belum tertera secara lengkap dalam daftar produk OpenAI, tetapi penggunanya mungkin dapat menggunakan AI untuk membuat konten multimedia. Sam Altman, penemu ChatGPT, pernah mempertanyakan teori “dead internet”, yang mengklaim majoritas konten di internet dibuat bot. Ia menyebut bahwa situasi ini sebenarnya terjadi, terutama di Twitter/X.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa verifikasi biometris meningkat dalam banyak platform. Studi dari 2025 menunjukkan bahwa 65% pengguna media sosial merasa lebih aman jika akun mereka digarisi dengan teknologi ini. Namun, riset juga memperingatkan bahwa keamanan data biometris masih menjadi tantangan teknis.

Studi kasus dari perusahaan teknologi Eropa menunjukkan bahwa implementasi verifikasi biometris dapat mengurangi akun bot sebesar 80%. Namun, keberhasilannya tergantung pada keteladanan pengguna dalam melindungi data pribadi. Infografis tentang proses verifikasi World Orb menunjukkan langkah-langkah teknisnya, mulai dari pemindai mata hingga generasi ID unik.

Aplikasi ini bisa menjadi solusi untuk masalah bot yang semakin mengacaukan. Namun, tantangan utamanya adalah keseimbangan antara keamanan dan privasi pengguna. Banyak orang khawatir bahwa data biometris bisa dipakai tanpa persetujuan.

Pemuda teknologi terus mengembangkan solusi alternatif, seperti verifikasi dua faktor dengan biometris. Namun, OpenAI masih fokus pada sistemnya sendiri. Platform ini mungkin menjadi contoh baru bagi industri media sosial.

Dengan inovasi ini, OpenAI mungkin dapat mengatasi salah satu masalah besar di dunia digital: akun palsu. Namun, keberhasilannya tergantung pada kepercayaan pengguna dan regulasi yang mendukung.

Platform ini bisa menjadi peluang untuk masyarakat yang ingin berbagi konten tanpa risiko penipuan. Namun, waktunya juga krusial. Jika tidak diatur dengan teliti, teknologi ini bisa menjadi alat pengacaukan di tempat lain.

Riset menunjukkan bahwa masyarakat mulai lebih terbuka terhadap verifikasi biometris. Namun, kebijakan pemerintah juga perlu mendukung untuk memastikan hak privasi.

Ketika teknologi semakin canggih, kita harus berani mengeksplorasi solusinya. Platform media sosial OpenAI mungkin menjadi awal.

Ini adalah langkah mutakhir untuk menjaga keamanan digital. Namun, kita harus tetap waspada terhadap risiko yang terkait.

Aplikasi ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain. Namun, pentingnya adalah bagaimana teknologinya digunakan secara etis.

Biometris adalah solusi yang canggih, tetapi tidak sempurna. Pelajaran dari ini bisa diterapkan di bidang lain.

Ini adalah contoh bagaimana inovasi bisa mengatasi masalah lama. Namun, kesuksesannya tergantung pada implementasinya.

Dengan platform ini, OpenAI mungkin dapat merancang ke depan media sosial. Namun, langkah-langkah ini harus diwujudkan dengan tanggung jawab.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan