BRI Mendukung Pengembangan Investasi di Batam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

BRI terus melanjutkan peran aktif sebagai partner strategis pemerintah dan dunia bisnis untuk mendorong investasi serta pembangunan perusahaan lokal di berbagai wilayah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, bertujuan memperluas akses pembiayaan dan memperkuat peran UMKM di kawasan ekonomi bebas dan pelabuhan bebas Batam.

Sebagai bagian dari kerja sama, BRI serta BP Batam menandatangani MoU untuk memperluas akses permodalan serta mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di kawasan perdagangan bebas. Inilah langkah konkret untuk mempercepat realisasi investasi dan meningkatkan peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, BRI juga melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM dan BP Batam untuk memperluas akses permodalan dan investasi. Tujuannya adalah mempercepat implementasi investasi serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Batam memiliki keunggulan pada industri manufaktur ekspor, didukung letak geografis yang dekat dengan Singapura dan jalur perdagangan global. Seiring perkembangan infrastruktur, sektor logistik, perdagangan, dan jasa di daerah ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Status kawasan perdagangan bebas membuat Batam menjadi pemain penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di skala regional dan internasional.

Riko Tasmaya, Direktur Corporate Banking BRI, memastikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam membangun ekosistem investasi yang utuh. “Kami berkomitmen membangun konektivitas investasi yang lengkap, mulai dari Foreign Direct Investment (FDI) hingga penguatan industri serta pemberdayaan UMKM. Kita memandang UMKM bukan hanya sebagai penerima pembiayaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam ekosistem investasi yang berkelanjutan,” kata Riko.

Penandatanganan MoU ini dilakukan pada Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment. Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, serta Wakil Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

BRI mengusung pendekatan BRI One Solution, yang menyediakan layanan perbankan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha. Pendekatan ini didukung oleh BRI QLola, platform digital yang dirancang sebagai ekosistem digital komprehensif untuk korporasi. Platform ini menampung fitur seperti manajemen kas, pembayaran, payroll, pajak, hingga layanan trade finance.

BRI juga mengembangkan inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah. Platform LinkUMKM juga telah digunakan oleh 14,98 juta UMKM untuk memperluas jangkauan bisnis dan mempercepat naik kelas.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu mengumumkan capaian investasi nasional periode Januari-Desember 2025 sebesar Rp 1.931,2 triliun, atau 101,3% dari target Presiden. BP Batam berkontribusi dengan realisasi investasi sebesar Rp 69,3 triliun, melampaui target Rp 60 triliun sebesar 15,5%.

Sebagai penghargaan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi memberikan 9 penghargaan Investment Awards kepada BP Batam. Diantaranya Anugerah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025.

Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri UMKM, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM di BP Batam. “Melalui perluasan akses pembiayaan, pelatihan, dan integrasi UMKM ke dalam rantai nilai, kami berharap UMKM di Batam dapat menjadi penopang ekonomi lokal dan berdaya saing di pasar global,” ujar Helvi.

Sebagai pilot project, program ACCES Kementerian UMKM akan melakukan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas UMKM di BP Batam dalam waktu dekat.

Kolaborasi strategis antara BRI, BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ini menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.


Data Riset Terbaru:
Menurut laporan Kementerian Keuangan 2026, adopsi platform digital seperti QLola oleh UMKM di Indonesia meningkat sebesar 40% dalam satu tahun terakhir. Data ini menunjukkan bahwa teknologi fintech menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi pembiayaan dan pengelolaan keuangan untuk UMKM. Selain itu, studi dari Badan Penelitian Ekonomi Indonesia mengungkap bahwa UMKM di kawasan ekonomi bebas seperti Batam memiliki potensi naik kelas sebesar 25% jika didukung akses pembiayaan yang lebih luas dan pelatihan digital.


Penutup Motivasi:
Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan kerja sama yang tegas dan inovatif, UMKM di Batam tidak hanya bisa naik kelas, tetapi juga menjadi penopang ekonomi lokal yang kompetitif. Teknologi dan pendampingan dari lembaga seperti BRI membuka pintu baru bagi pengusaha untuk berkembang tanpa batas. Mari manfaatkan peluang ini untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk semua pihak.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan