Warga Tamansari, Kota Tasikmalaya, pesan Bubur Berujung Bogem dengan Oknum Driver Ojol yang Polisikan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya – Warga Inisial H (35) dari Kecamatan Tamansari melaporkan penganiayaan fisik yang ditindaklanjuti oleh driver ojek online (ojol) kepada polisi di Polres Tasikmalaya. Peristiwa terjadi Senin (2/2/2026) sore setelah perbedaan harga pesanan bubur via aplikasi.

Korban menyatakan harga yang ditampilkan di aplikasi korban Rp14 ribu, sementara driver meminta Rp18-19 ribu. Saat menegak klaim, korban dibentur oleh driver dengan kekuatan tangan hingga hampir terpinggirkan. Dicabutkoran luka robek di kepala dan telinga kiri.

Peristiwa ini terjadi di tempat umum, tetapi tidak ada warga yang berani berintervensi. Korban mengakui:@”Saya lari, tapi sarung saya menyebar. Di sana saya dipukuli terus selama 15 menit.”*

Polres Tasikmalaya menerima laporan dengan nomor LP/B/74/11/2025. Korban dilaksanakan pemeriksaan medis di RSUD Dr. Soekardjo. Kasus ini ditangani Satreskrim untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan ketentuan hukum.

Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat pengawasan terhadap pelanggan ojek. Kasus ini menjadi pengingat agar pelanggan selalu memastikan harga sebelum membayar. Komunitas juga di呼吁 untuk tidak menghindari kehadiran polisi saat terjadi peristiwa berbahaya.

Setiap korban penganiayaan fisik harus mendapat perlindungan sepenuhnya. Polisi harus cepat memahami konflik harga dan mencegah kerusakan sosial. Pengalaman ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga ketenangan umum.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan