Jakarta menghadapi perubahan signifikan di beberapa kawasan persawahan akibat banjir. Di tempat seperti Rorotan dan Cilincing di Jakarta Utara, petak-petak sawah masih terjaga meskipun pengelasan populasi tinggi. Banjir yang tidak merata dan air berlebih telah menghancurkan hidroponik, membuat petani tidak mampu melanjutkan aktivitas tanam.
Berdasarkan observasi Thecuy.com, saat ini sawah yang berlocasi dekat saluran Banjir Kanal Timur (BKT) mulai terlihat di sekitar TPU Rorotan, melanjutkan ke RDF Plant Jakarta, hingga Kelurahan Marunda. Di beberapa sudut, perihal air mencampur air tanah dan aliran banjir, sehingga sebagian besar sawah terendam. Hanya beberapa batang padi masih terlihat, sementara bagian lain sudah mati dan tersulap oleh air.
Seperti yang disebut oleh seorang petani di Rorotan, Okip, lahan yang sebelumnya digunakan untuk tanam padi sekarang menjadi ruang untuk memancing ikan. Ia menggunakan alat pancing tiga unit, harap mendapatkan hasil untuk konsumsi. “Kalau ini ditandurin juga, habis. Sisa aja doang tuh, sepetak ini,” kata Okip sambil mengarah ke lapangan yang sudah terendam.
Okip berpendapat bahwa memancing lebih efisien daripada berdiam menyapak, terutama karena sawah tidak dapat dikurasi. “Saya mancing di sini saja, bukan bengong. Jika dibangka juga bingung, karena sawah nggak bisa berkepanjangan gitu,” ia menjelaskan.
Pemancingan di area ini menghasilkan ikan seperti mujair, betok, dan gabus. Okip semangat dapatkan satu ekor setidaknya, bahkan hingga empat jari. “Jangan bilang banyak, tapi cukup untuk membesakan diri,” ia menambahkan.
Jika cenderung lain, petani lainnya bernama Kadir juga menghadapi tantangan. Kadir mengakui air dalam sawahnya masih tinggi akibat hujan berlebihan seminggu terakhir. Solusinya adalah mengangkat gundukan tanah menggunakan pematang, biar air bisa dipompa keluar. “Ini karena curah hujan berlebihan, jadi saluran air kaku. Kalau nggak dipompa, ntar kita tanam kangkung saja,” ujarnya.
Kadir mempertimbangkan tanam kangkung sebagai solusi karena tumbuh cepat dan tahan terhadap cuaca ekstrem. “Kalau cuaca begini rusak semua. Tanaman lain seperti bayam atau melon bisa rusak. Kangkung doang yang bisa hidup,” ia menekankan.
Proses ini menunjukkan bagaimana banjir mengubah ruang terbuka menjadi situs alternatif. Petani tidak hanya beradaptasi dengan kondisi, tetapi juga mencari manfaat baru dari kekurangan. Meski tidak ideal, aktivitas ini menjadi strategi untuk menghitung wangannya di tengah krisis lingkungan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.