Ambulans Dikaji untuk Korban Perang Palestina yang Tiba di Mesir Setelah Rafah Dibuka

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza hingga Mesir telah kembali dibuka. Beberapa obat dan korban yang terluka di Palestina mulai mendatangi Mesir melalui jalur ini. Pegawai Kesehatan Mesir, melalui laporan AFP Selasa (3/2/2026), menjelaskan bahwa korban tersebut tiba dengan bantuan ambulance Mesir, diserta oleh tim pendamping.

Penerimaan korban dilakukan langsung di lokasi, dengan petugas memberikan perawatan awal sebelum memindahkan ke rumah sakit. Pasokan ambulance Mesir telah digunakan untuk memantun 150 individu, di mana 50 orang tersebut adalah pasien yang disertai dua pendamping masing-masing. Sementara, pemeriksaan tambahan mengungkapkan bahwa 50 warga lain dari Palestina juga diizinkan masuk ke Mesir pada Senin (2/2).

Penyeberangan Rafah menjadi jalur penting untuk pengiriman bantuan dan pengangkatan warga sipil. Namun, pembatasan ini telah dijalankan sejak pasukan Israel menguasainya pada Mei 2024. Proses pembukaan awal kali baru terjadi pada awal 2025, sesuai permintaan Israel yang melarang reopname hingga locasi Jenazah Ran Gvili dikembalikan ke Israel. Lokasi jenazah tersebut terdeteksi beberapa hari lalu dan telah dialokasikan di wilayah Israel.

Pemeriksaan keamanan individu oleh Israel, serta pengawasan dari misi Uni Eropa, menjadi syarat utama sebelum masuk dan keluar diperbolehkan. Namun, informasi spesifik seperti jumlah orang yang dapat melalui atau apakah kembali ke Gaza diizinkan masih tidak jelas.

Kondisi ini mencerminkan lokasi yang复杂 dan bersifat tijdil. Reopname ini menjadi harapan bagi banyak orang di Gaza, tetapi ketergantungan pada koordinasi internasional menunjukkan tantangan yang terus terang.

Membuka kembali jalur seperti ini memerlukan kesabaran dan kerja sama yang stabil. Di tengah ketidakpastian politik global, akses ke bantuan humanitari tetap menjadi prioritas. Rencana reopname ini juga mengingatkan akan realitas bahwa solusi jangka panjang bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kepercayaan dan komitmen bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan