Perbandingan Harga Saham Bos dan Danantara dengan Tesla di RI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, mengekspresikan pendapatnya tentang mekanisme pembentukan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menyatakan bahwa kenaikan harga saham tidak aneh selama emiten memiliki nilai Evaluasi dan Profitability Index (PI) yang signifikan. Contohnya, harga saham Tesla di Nasdaq, yang ditetapkan oleh Elon Musk, dianggap wajar karena perusahaan tersebut memiliki valuasi dan PI jauh melebihi kompetitornya di sektor kendaraan motor.

Seperti halnya di pasar Indonesia, Rosan menekankan bahwa harga tinggi saham tetap menjadi hal normal jika di Dukung oleh nilai Evaluasi dan PI. Ia juga menekankan bahwa harga saham di BEI harus ditentukan secara murni berdasarkan supply dan demand, tanpa pengaruh eksternal lain.

“Harga yang tinggi bukanlah masalah selama proses itu tetap transparan dan didasarkan pada data pasar,” ujar Rosan dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di BEI. Perpendikannya ini penyesuaian dengan kondisi Tesla, yang memiliki nilai Evaluasi dan PI yang sangat tinggi, sehingga harga sahamnya tetap stabil.

Rosan berharap diskusi antara BEI, OJK, dan MSCI berlangsung lancar. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, baik internasional maupun lokal, terhadap pasar modal Indonesia. Ia percaya bahwa keterbukaan informasi dan mekanisme pasar yang adil akan menjadi fondasi pertumbuhan pasar dalam masa mendatang.

“Kesuksesan pasar modal bukan hanya diukur dari nilai saham, tetapi juga dari kepercayaan yang dirasakan investor,” menambahkan Rosan. Ia mengajak para pemodal untuk tetap terpadu dengan dinamika pasar, sehingga harga saham tetap mencerminkan nilai aset yang benar.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan