Api Abadi Mrapen Padam Masih Berkurang sejak Akhir Tahun Lalu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Video beredar di media sosial dan viral, menggambarkan api abadi di Manggarmas, Godong, yang mulai mengecil sejak akhir tahun lalu. Konten ini diunggah melalui TikTok oleh pengguna @lnlita_ pada 18 Januari 2026. Ditampung dalam video, wisatawan mencoba memverifikasi kondisi api yang telah meninggal.

Penilaian resmi dari Kepala Seksi Energi Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, memastikan kehadiran ketidakpastian tentang masa kapan api tersebut mulai menguap. Informasi ini diberikan saat dilansir detikJateng pada 31 Januari 2026.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengungkapkan penurunan gradien api sudah mulai terdeteksi sejak Desember 2025. Puncaknya, kondisi api menjadi habis di awal 2026. Laporan resmi dari Annas menyebutkan api tersebut masih hidup saat jam 11 malam tanggal 31 Desember 2025, tetapi telah padam saat diteliti kembali pada 1 Januari 2026.

Dokumen pengenalan rencana pengelolaan api (rdp/imk) juga tersedia untuk dukungan tambahan. Video dokumentasi tentang api kecil yang menjadi simbol semangat Ided juga disarankan untuk diwawancarai.

Pembunyi kekayaan alam seperti ini memang menjadi pengingat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya yang jarang. Keterbatasan apinya mengingatkan kita untuk memperhatikan manajemen lingkungan di sekitar area yang berpotensi berdampak besar. Langkah-langkah penyesuaian strategi pemeliharaan menjadi solusi mendesak untuk mencegah gejala serupa di lokasi lain.

Pola penurunan api abadi Mrapen mengungkapkan kebutuhan penyesuaian atas pendekatan penyimpanan energi tradisional. Meski teknologi kemajuan terus berkembang, nilai simbolis dan ekologis dari tempat ini tetap sangat signifikan. Kolaborasi masyarakat lokal dengan pihak pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan solusi berkelanjutan.

Ketika memandang masa depan, penting untuk mengembangkan alternatif energi yang ramah lingkungan sambil menjaga nuansa budaya dan keberlanjutan ekosistem. Api Abadi Mrapen mungkin menjadi contoh kecil, tetapi pesan utamanya relevan untuk berbagai kawasan di Indonesia. Keberlanjutan bukan sekadar konsep teoretis, melainkan keputusan praktis yang harus diwujudkan seketika.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan