Kasus Eksploitasi Anak Viral, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Mengungkap Edukasi Sekolah yang Sudah Dilakukan Sejak Lama

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Tasikmalaya menyebut usaha pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekolah sebenarnya telah dijalankan sebelumnya, sebelum kasus dugaan kekerasan anak oleh kontenmaker SL yang viral di media sosial. Kepala UPTD PPA, Epi Mulyana, mengungkapkan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Tasikmalaya untuk menjalankan edukasi pencegahan kekerasan di sekolah SMA dan SMK. “Kami telah menyebarkan informasi dan panduan kepada KCD demi bertindak bersama, seperti mengunjungi sekolah SMA 1, SMA 8, dan SMK 3,” kata Epi pada minggu (1/2/2026).

Tentunya, kegiatan ini dilakukan melalui pembimbingan langsung kepada siswa, termasuk menjadi pemimpin upacara di beberapa sekolah. Namun, di awal, usaha ini belum mendapat banyak perhatian karena belum ada kasus yang populer. “Sebelum viral, kami dianggap kurang berdaya. Tapi setelah kejadian viral, seolah-olah baru dianggap penting. Padahal kami sudah beberapa kali menjalankannya,” ujarnya.

Sementara itu, UPTD PPA bergabung dengan pekerja sosial dari Dinas Sosial untuk mendatangi keluarga korban dugaan eksploitasi anak. Fokusnya adalah mendampingkan kondisi fisik dan psikologis korban serta keluarga, karena beberapa orang masih ragu untuk bertemu pihak luar akibat tekanan mental.

Pemuda menambahkan, keluarga korban cenderung tidak ingin berinteraksi dengan pihak luar. Oleh karena itu, pendampingan lebih menekankan pada penguatan mental dan psikologi.

Dengan kolaborasi yang cermat antara pemerintah, masyarakat, dan instansi pendampingan, pencegahan kekerasan di sekolah dapat menjadi prioritas yang lebih efektif. Setiap individu dapat berkontribusi melalui kesadaran, reporting, atau partisipasi dalam program pemberdayaan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan