Presiden Iran: Perang Takuntungkan untuk AS

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa ancaman serangan dari AS terus mempengaruhi situasi saat ini. Teheran menjamin bahwa bentrokan apa pun tidak akan menimbulkan manfaat bagi kedua belah pihak. “Republik Islam Iran tidak pernah berkeinginan untuk perang, dan sangat yakin bahwa konflik tidak akan memberikan keuntungan bagi Iran, AS, atau kawasan tersebut,” kata Pezeshkian dalam panggilan telepon dengan Presiden Egypt Abdel Fattah al-Sisi.

Trump menilai persiapan militer AS diiran lebih besar dari operasi sebelumnya di Venezuela. Armada kapal besar yang dikerahkan ke dekat Iran, sesuai dengan perencanaan untuk mendesak Teheran dalam pembicaraan. Presiden AS mengungkap harapan agar Iran bersikap aktif dalam mendingi, meskipun ia tidak mengungkapkan tanggal tenggat waktu spesifik. “Saya sudah memberikan panggilan, dan hanya mereka yang tahu masa berlakuknya,” tegas Trump.

Pertama, Trump meminta Iran memperhatikan ancaman militer AS yang sedang bergerak menuju area tersebut. Kedua, pemerintah Iran diminta untuk memperjelas stance politiknya terkait program nuklir. Trangkan, diplomasi AS tetap mempertahankan kelembagannya dengan memadukan tekanan militer dan diplomatik.

Data terkini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dari AS terhadap Iran terus meningkat, meskipun Pezeshkian menekankan bahwa Teheran tidak berencana meningkatkan aktivitas nuklir. Analisis dari lembaga keuangan global menunjukkan bahwa sanksi AS terhadap Iran mungkin akan memperparah kondisi ekonomi di negara tersebut.

Studi kasus dari 2015-2023 menunjukkan bahwa persiapan diplomatik sering kali lebih efektif daripada ancaman militer dalam mengatasi konflik nuklir. Contohnya, kesepakatan jaringan nuklir Iran dari 2015-2022 berhasil mengurangi ketegangan, meskipun tidak menghapuskan programnya sepenuhnya.

Infografis menunjukkan bahwa armada AS yang dikerahkan ke Iran mencakup 10 kapal besar, 20 alami, dan 500 pesawat. Angka ini jauh lebih besar dari operasi militer AS pada Venezuela pada tahun 2024.

Di tengah situasi kambing-mancing, pejuang perdamaian kini memintahkan untuk menghindari kekhawatiran. Keputusan yang diambil dalam 30 hari ke depan akan menentukan arah hubungan Irans dengan AS dan kawasan internasional.

Di era globalisasi, konflik nuklir bukanlah solusi. Persiapan diplomatik yang berkelanjutan dan transparan menjadi kunci menciptakan kesepakatan yang berkelanjutan. Semoga kedua belah pihakpronaktif dalam mendingi sebelum ancaman militer menjadi pengendali utama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan