Korban kasus eksploitasi anak di Tasikmalaya masih menyebabkan trauma, dengan kuasa hukum yang akan mengembangkan laporan baru

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kasus dugaan kecurangan terhadap anak yang melibatkan konten kreator di Tasikmalaya masih dalam proses hukum. Sejumlah korban tetap dalam kondisi psikologis yang sulit dipulihkan meski peristiwa tercatat polisi. M Naufal Putra SH, wakil korban dari NP Law Office, mengungkapkan bahwa beberapa korban belum bisa menyampaikan laporan baru karena trauma yang masih mengakibatkan ketidaktahuan.

“Kami masih fokus pada pencarian laporan baru agar tindak pidana bisa terang,” kata Naufal, Jumat (30/1/2026). Banyak korban mengalami kekerasan atau pelecehan yang kompleks, terjadi dalam waktu berbulan-bulan atau bahkan dua tahun sebelumnya. Salah satunya terjadi pada 15 Januari 2026 namun masih dalam peran saksi.

Naufal menekankan bahwa korban tidak ingin menjadi pelaku panggung atau korban pendampingan. Fokusnya tetap pada pemulihan psikologis mereka. Ia juga mengkritik pemerintah kota Tasikmalaya karena kekurangan dukungan untuk korban. “Kota yang dikenal religius harus mencegah terjadi hal ini lagi,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat pengawasan sosial. Kehadiran psikolog profesional dan dukungan pemerintah menjadi kuncinya untuk mencegah munculnya dugaan eksploitasi anak di masa depan.

Pemberani kita harus berani melestarikan hak anak-anak dari kekerasan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman. Jangan biarkan tragedi ini menjadi penanda kekurangan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan