CIMB Niaga Membimbing Jurus Kelola Investasi dalam Dinamika Pasar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Keterangan suku bunga di tingkat global dan lokal yang tetap di area rendah memberikan kemungkinan baru dan tantangan bagi masyarakat dalam pengelolaan dana. Di era informasi yang terus terang dan pasar yang dinamis, bank bukan hanya berfungsi sebagai penjual produk tetapi juga sebagai penasihat dalam memahami risiko dan kesempatan secara mendalam.

Dirinya, Ariteguh Arief yang menjabat sebagai Kepala Produk Rekening, Modal, dan Asuransi CIMB Niaga mengungkapkan bahwa industri manajemen kekayaan di Indonesia saat ini memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk tumbuhkan aset sesuai tujuan investasi. Dukungan teknologi membuat layanan yang sebelumnya dianggap eksklusif semakin mudah diakses.

“Informasi dan produk investasi sekarang bisa dipahami oleh banyak orang, sehingga perencanaan keuangan menjadi aspek penting bagi masyarakat,” kata Ariteguh dalam percakapan sebelumnya dengan Thecuy.com.

Meski akses informasi semakin luas, masyarakat tetap menghadapi ketidakpastian pasar serta berlebihan data dari berbagai sumber. Di situasi ini, bank berusaha menjadi pendamping yang membantu memfilter informasi sehingga keputusan investasi tetap sesuai profil dan tujuanNasabah. CIMB Niaga misalnya memberikan informasi pasar melalui platform resmi dan layanan digital untuk mendukung keputusan yang lebih objektif.

Kebijakan suku bunga rendah juga mendorong nasabah untuk meninjau kembali strategi portofolio. Sebagai penjelasnya, Ariteguh menjelaskan bahwa kebijakan bank sentral, baik internasional maupun nasional, memengaruhi nilai tukar aset dan tingkat imbal hasil yang bertutup pada kinerja portofolio.

“Perubahan kebijakan harus dianalisisi dalam konteksnya sehingga penyesuaian dilakukan secara bijak, bukan impulsif,” ujarnya.

Dalam kondisi ini, alokasi aset menjadi kunci. Instrumen pendapatan tetap masih menjadi penopang stabilitas, sementara saham bisa dipilih untuk pencapaian pertumbuhan jangka panjang. Kombinasi keduanya perlu disesuaikan dengan tujuan investasi serta toleransi risiko setiap orang.

Kebijakan suku bunga yang tetap rendah juga meningkatkan minat terhadap obligasi dan reksa dana pendapatan tetap. Oleh karena itu, permintaan terhadap instrumen fixed income cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

CIMB Niaga melihat tren ini sebagai peluang untuk nasabah memaksimalkan hasil melalui diversifikasi. Fokus utama bagi nasabah dengan profil konservatif tetap pada perlindungan nilai pokok. Untuk yang lebih agresif, suku bunga rendah bisa menjadi penggerus minat terhadap reksa dana saham dengan harapan ekonomi akan meningkat.

Teknologi juga memainkan peran dominan dalam membantu pengambilan keputusan. Melalui layanan digital, nasabah bisa memantau portofolio, melakukan transaksi, atau mengakses data pasar real-time tanpa perlu ke cabang fisik. Keuangan digital diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan strategi saat kondisi pasar berubah.

Ariteguh menekankan pentingnya konsistensi dan fokus pada tujuan jangka panjang. Fluktuasi singkat tidak seharusnya menjadi alasan untuk tindakan berlebihan.

“Pahami produk, risikonya, dan tetap konsisten dengan rencana yang sudah disusun. Dengan diversifikasi dan keserakatan, portofolio bisa berkembang sesuai kebutuhan masing-masing,” kata dia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan