Polisi Melacak ART hingga Mencurigai Penggunaan Whip Pink oleh Rekan Lula Lahfah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Bakat polisi telah menjelaskan teman-teman selebgram Lula Lahfah seputar penemuan tabung berisikan gas medis dinitrous oxide (N20) di tempat tempatnya meninggal. Penyelidikan ini bertujuan untuk mencari tahu asal-asalnya gas tersebut di rumah tangganya.

AKBP Iskandarsyah dari Polres Jakarta Selatan menyatakan, “Kami sedang memeriksa beberapa saksi dekat untuk memahami apakah seseorang di sekitar Lula sering menggunakan tabung pink ini.” Namun, kami belum mengungkapkan nama saksi atau hasil penelitiannya. Keterangan hanya dari saudara Lula dengan inisial A.

Saudara A mengajukan klaim bahwa tabung pink itu pertama kali diketahui oleh syaiknya. “Ada dugaanku saudara LL sering menggunakan peralatan ini,” ujar Iskandarsyah.

Tim DNA Polri juga menyelidiki kasus. Di lokasi kejadian, ditemukan cerdaskan DNA Lula di dalam tabung Whip Pink. Meski tabung tersebut kosong saat ditemukan, uji pemeriksaan menunjukkan kandungan N20. DNA tersebut sesuai dengan profil Lula.

Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Lula saat perumpamaan. Polisi tidak menyelenggarakan penanganan pidana karena kematiannya dianggap tanpa kekerasan fisik. Polisi juga menolak klaim teroris terkait kasus ini.

Kasus Lula Lahfah mengingatkan kita untuk selalu memperhatikan kebersihan dan penggunaan bahan berbahaya. Promosi kesadaran masyarakat seharusnya fokus pada prevensi, terutama di kalangan remaja yang mungkin terpengaruh oleh budaya atau tren yang tidak sehat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan