IHSG Selesaikan Parkir di Zona Hijau Setelah Rontok 2 Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyelesaikan sesi perdagangan dengan terpaku di zona hijau setelah mengalami fluktuasi dua hari berturut-turut. Penutupan terjadi di nilai 8.329,60, penumpukan dari 97,40 poin atau 1,18%. Sebelumnya, pasar membuka sesi pada 8.308 dengan puncak 8.408,30 dan tiptap 8.167.

Volume transaksi mencapai 57,82 miliar, sambil turnover Rp 41,69 triliun melalui 3.399.413 kali transaksi. Pada hari ini, 551 saham naik, 194 turun, dan 65 saham stabil tanpa pergerakan signifikan.

Dalam sepatu pekan sebelumnya, IHSG mengalami penurunan 6,94%, lalu turun lagi 3,67% dalam sebulan terakhir. Meskipun demikian, pasaran masih mengungu 19,27% dibandingkan satu tahun lalu. Tren negatif tetap memadang hingga akhir 6 bulan terakhir.

Penjelasan dari Directur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan penundaan diri sebagai tanggung jawab atas kondisi pasar yang kacau. “Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Directur Utama BEI karena tanggung jawab terhadap situasi IHSG yang tergagang dua hari lalu,” kata ia saat menyampaikan terangan di Gedung BEI, Selatan Jakarta.

Pembuka IHSG hari ini lebih stabil dibandingkan dua hari sebelumnya, yang menunjukkan semacam rekonvensi pasar. Namun, analisis menunjukkan volatilitas tetap tinggi karena ketidakpastian pasar global.

Pukul siang, IHSG berpotensi kembali ke zona merah jika karena kekhawatiran investasi terhadap kebijakan moneter. Namun, pelaku pasar tetap memantau indikator ekonomi lokal untuk menentukan arah pergerakannya.

Investor disarankan untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang dinamis. Diversifikasi portofolio dan penilaian risiko menjadi kunci agar tidak terlalu terpaku dalam fluktuasi mendadak.

Penerimaan pasar terhadap penundaan Iman Rachman masih menjadi fokus. Apakah ini akan memicu stabilitas jangka panjang atau hanya menjadi solusi sementara? Perencanaan jangka panjang perlu lebih matang untuk menghadapi ancaman pasar global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan