Meskipun Jauh dari AS, Inggris Memilih Kerja Sama dengan China di Dagang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden China Xi Jinping menandatangani persetujuan strategis untuk memperkuat hubungan keduanya. Persetujuan ini terjadi setelah diplomatik Inggris bertemu dengan Xi Jinping di Beijing, menjadi pertama kali seorang pemimpin Inggris mengunjungi China selama delapan tahun terakhir. Salah satu poin utama adalah kebijakan China memberikan visa bebas bagi warga negara Inggris selama tiga bulan, yang menjadi kesempatan bagi bisnis dan pengusaha untuk berkembang di China, serta memungkinkan masyarakat untuk berlibur tanpa keterbatasan visa.

Keir Starmer menekankan bahwa ini akan mendukung ekspansi ekonomi Inggris di luar negeri, sementara meningkatkan potensi kerja di dalam negeri. Kementerian Perdana Menteri juga menyatakan kesepakatan untuk menjalankan diskusi tentang persetujuan jasa, dengan tujuan memberikan keterbatasan hukum bagi perusahaan Inggris yang beroperasi di China. Isu ini penting karena Inggris merupakan pemasok jasa terbesar kedua di dunia, terutama dalam bidang keuangan, kesehatan, dan hukum.

Namun, kunjungan ini terjadi pada waktu ketegangan perdagangan AS-Kanada meningkat karena ancaman tarif 100% dari Presiden Donald Trump terhadap Canada karena kerja sama dengan China. Kritik muncul dari Partai Konservatif, dengan pemimpin Kemi Badenoch menyatakan tidak akan mengunjungi China jika menjadi Perdana Menteri. Trump juga mengkritik kerja sama Inggris dengan China, menunjukkan kekhawatiran terhadap dampaknya.

Hubungan Inggris-China ini mencerminkan dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Sementara keduanya mencari keseimbangan ekonomi dan politik, tantangan seperti ketegangan perdagangan AS dan ketidakpastian internasional tetap menjadi faktor yang mempengaruhi strategi keduanya.

Bisnis dan masyarakat Inggris bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang di pasar terbesar dunia. Namun, keberhasilan ini membutuhkan dialog yang matang untuk menghadapi tantangan yang muncul.

Pemimpin politik harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas global. Kemitraan strategis ini bisa menjadi landasan untuk kolaborasi lebih dalam, selama pertimbangan politik dan ekonomi tetap mutakhir.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan