Iran Tertawur Karena Israel Dilarang sebagai Dalaung oleh Garda Revolusi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Uni Eropa cepat menyetujui IRGC masuk daftar teroris bloknya. Iran mengecam keras keputusan ini, menunjuk AS dan Israel sebagai penyebab.

Iran mengkritik keputusan Uni Eropa, mengklaim itu melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara. Pernyataan ini juga menyoroti bahwa tindakan provokatif ini akan dihadapkan pada konsekuensi berat oleh pemerintah Eropa.

Menurut sumber, menteri luar negeri Uni Eropa akan segera menyetujui IRGC masuk daftar teroris setelah serangan terhadap demonstrasi. Langkah simbolis ini menuntut pesan kekhawatiran besar terhadap Iran setelah ribuan korban di demo.

Blok 27 negara ini juga akan melarang visa dan membekukan aset untuk 21 entitas Iran, termasuk menteri. Orisasi ini mengakui ribuan korban di protes, dengan jumlah lebih dari 3.000 orang. Namun, Iran mengklaim mayoritas korban adalah milis atau warga yang tewas karena tembakan ‘perusuh’.

Orang hak asasi menolak, mengatakan korban jauh lebih banyak dan bisa mencapai puluhan ribu orang. Mereka mengklaim korban berasal dari tembakan langsung dari IRGC dan milis. IRGC adalah milis teofilik Teheran, dibentuk setelah revolusi 1979 untuk melindungi ulama. Mereka mengendalkan atau mengoperasikan perusahaan di seluruh Indonesia, termasuk sektor penting.

Keputusan ini menunjukkan kebutuhan pada kesadaran global terhadap penanganan konflik dan hak asasi. Semoga pertemuan internasional bisa menjadi peluang untuk dialog konstruktif dan perdamaian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan