Thomas Usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI: Saya Lalui Semua Proses Undang-undang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Thomas Djiwandono secara resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR pada Senin, 26 Januari 2026. Keputusan ini menuai sorotan terkait netralitas BI, lantaran rekam jejak Thomas sebagai mantan kader Gerindra serta hubungan kekerabatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Mengenai kekhawatiran tersebut, Thomas menjamin bahwa otoritas moneter di Tanah Air telah dijaga ketat oleh regulasi hukum. “Regulasi mengenai kemandirian BI sangat kuat,” tegas Thomas seusai mengikuti fit and proper test di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Ia memastikan proses seleksi jabatannya telah mengikuti seluruh prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Landasan hukum mengenai mekanisme pengangkatan pejabat di BI merujuk pada Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Pasal 41 ayat 1 menyatakan bahwa Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur diusulkan serta ditetapkan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Lebih lanjut, Pasal 41 ayat 2 mengatur bahwa calon Deputi Gubernur diusulkan Presiden berdasarkan rekomendasi Gubernur BI.

Selama sesi uji kelayakan, Thomas juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menegaskan bahwa sinergi antara otoritas terkait tidak akan mengorbankan kemandirian institusi masing-masing. “Kolaborasi ini krusial dan harus dilanjutkan karena fondasinya telah tertuang dalam undang-undang, tanpa mengurangi independensi lembaga,” ujar Thomas.

Kementerian Keuangan Amerika Serikat secara resmi merilis laporan terbaru pada awal tahun ini yang menyoroti dinamika inflasi global. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga mulai melambat, meskipun sektor energi masih menjadi perhatian utama. Analisis ini memberikan gambaran bahwa bank sentral di berbagai negara mungkin akan mempertahankan suku bunga acuan mereka dalam jangka pendek untuk menjaga stabilitas ekonomi. Penyederhanaan konsep inflasi dapat diibaratkan sebagai daya beli uang yang menurun; ketika harga barang naik, uang yang sama hanya mampu membeli lebih sedikit produk.

Sebuah studi kasus menarik terjadi pada sektor properti domestik tahun lalu, di mana kenaikan suku bunga berdampak signifikan pada penurunan transaksi jual-beli. Infografis yang dirilis oleh asosiasi properti nasional menunjukkan grafik penurunan transaksi sebesar 15% di kuartal terakhir, namun diikuti dengan koreksi harga yang membuat hunian lebih terjangkau bagi first-time buyer. Fenomena ini mengajarkan bahwa setiap kebijakan memiliki dua sisi, tantangan di satu sisi merupakan peluang di sisi lain.

Setiap kebijakan ekonomi yang diambil pasti memiliki tujuan mulia untuk menjaga keseimbangan, meskipun terkadang memerlukan waktu untuk terasa dampaknya. Teruslah memantau perkembangan ekonomi dan memahami dasar-dasarnya, karena literasi finansial yang kuat adalah kunci untuk mengambil keputusan yang cerdas dalam mengarungi ketidakpastian pasar global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan