Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD yang Perlu Diketahui

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rasakan bedanya, ini perbedaan gejala serangan jantung dengan GERD yang sering tertukar. Belakangan ini, publik di jagad maya sedang ramai memperbincangkan dua penyakit, yaitu serangan jantung dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Banyak warganet yang berspekulasi mengenai apakah kedua kondisi ini memiliki keterkaitan atau tidak. Ketidakpastian ini wajar terjadi karena kedua masalah kesehatan ini menunjukkan gejala yang sangat mirip, terutama pada bagian dada.

Salah satu gejala utama yang sering muncul dan kerap menimbulkan salah paham adalah sensasi nyeri di area dada. Perlu dipahami bahwa serangan jantung terjadi akibat adanya gangguan pada aliran pembuluh darah di bagian bawah jantung. Kondisi ini memicu timbulnya rasa nyeri pada ulu hati yang terkadang disalahartikan sebagai masalah lambung biasa. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA menyatakan, “Memang bisa mirip dan justru itu yang sering bikin orang keliru.”

Saat mengalami GERD, gejala yang umum dirasakan adalah sensasi panas menyala di area dada hingga leher atau rasa perih di ulu hati. Gejala ini biasanya muncul ketika penderita sedang berbaring atau pada malam hari, terkadang disertai mual, rasa asam di mulut, hingga sesak napas mendadak. Di sisi lain, pada kondisi serangan jantung, rasa panas di dada juga bisa muncul namun umumnya terasa lebih berat. Pasien sering mengeluhkan perasaan tertekan dan rasa tidak nyaman yang menggelayuti dada.

Meskipun serangan jantung terkadang disertai nyeri ulu hati dan mual, ada ciri khas yang membedakannya dari GERD, yaitu munculnya keringat dingin. Tanda lain yang lebih mengarah ke serangan jantung adalah nyeri yang terkadang menjalar ke area lengan, leher, atau punggung. Dr Vito menambahkan, “Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti ‘GERD’ atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini.”

Kesulitan membedakan kedua kondisi ini kerap menjadi tantangan utama dalam penanganan medis. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekitar 30% pasien yang datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri ulu hati ternyata mengalami masalah jantung, bukan gangguan pencernaan. Analisis ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan ekstra. Jika Anda merasakan gejala yang disertai keringat dingin atau rasa nyeri menjalar, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis akurat, karena penanganan dini adalah kunci keselamatan.

Kesehatan adalah aset berharga yang tidak bisa ditawar. Jangan pernah mengabaikan sinyal yang diberikan oleh tubuh, sekecil apapun itu. Selalu dengarkan apa yang dirasakan tubuh Anda dan jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis ketika gejala mencurigakan muncul. Menjaga kewaspadaan dan bertindak cepat bisa membuat perbedaan besar antara hidup dan mati.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan