Pengurus PAC PDIP Tamansari Perbarui Kursi Sekretaris Diisi Imam Mulyana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Warna merah mendominasi ruangan di Kelurahan Mugarsari pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana berbeda terasa di Sekretariat Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Tamansari saat itu. Sejumlah pengurus berkumpul untuk mengucapkan sumpah dan janji jabatan, menandai awal kepengurusan periode 2026-2030. Terlihat wajah-wajah lama yang masih bertahan, disertai semangat baru dari para pengurus yang siap membawa perubahan.

Ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya, H Dodo Rosada, memimpin langsung acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) tersebut bersama Eti Guspitawati, salah satu pengurus DPC. Proses musyawarah ini menetapkan sejumlah posisi strategis di tubuh PAC Tamansari. Sri Mulyati kembali dipercaya memegang kendali sebagai Ketua PAC, melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Posisi Sekretaris kini diemban oleh Imam Mulyana, wajah baru dalam kepengurusan, sementara Bendahara dijabat oleh Andri Andriana.

Figur Imam Mulyana mencuri perhatian dalam Musancab kali ini. Sebagai Sekretaris PAC yang baru, dia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah pendidikan politik masyarakat, khususnya generasi muda. Fokus utamanya adalah memperkuat konsolidasi kader sekaligus mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda, agar tidak apatis terhadap perkembangan politik di Tanah Air.

“Sebagai sekretaris PAC, saya ingin memperkuat konsolidasi kader sekaligus mengajak masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak apatis terhadap politik. Target kami jelas, PAC Tamansari semakin solid dan suara partai terus meningkat,” ujar Imam.

Menurutnya, partisipasi aktif anak muda merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan organisasi partai di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, PAC Tamansari akan diarahkan menjadi ruang yang lebih terbuka dan inklusif bagi seluruh elemen masyarakat. “Politik tidak boleh jauh dari anak muda. Karena itu PAC Tamansari akan kami dorong lebih terbuka, solid, dan bekerja nyata agar kepercayaan masyarakat meningkat dan berdampak pada perolehan suara partai,” tambahnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru melalui Musancab ini, PAC PDI Perjuangan Tamansari diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan peran kader di tengah masyarakat, serta berkontribusi dalam mendongkrak perolehan suara partai pada pemilu mendatang.

Tantangan Regenerasi Politik di Tingkat Akar Rumput

Regenerasi kepengurusan partai politik di tingkat anak cabang seringkali menjadi barometer dinamika politik lokal. Fenomena yang terjadi di PAC PDIP Tamansari ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kontinuitas dan penyegaran. Kehadiran wajah baru seperti Imam Mulyana menunjukkan adanya rekruitmen kader potensial yang siap menghadapi tantangan politik masa depan, sementara keberadaan tokoh lama seperti Sri Mulyati menjamin stabilitas operasional organisasi. Data internal partai sering menunjukkan bahwa PAC yang solid menjadi ujung tombak dalam menjaga basis massa, terutama di perkotaan seperti Tasikmalaya yang memiliki kompleksitas sosial tinggi.

Tren terbaru dalam politik praktis menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap kebutuhan generasi milenial dan Gen Z. Imam Mulyana menyoroti isu apatis politik yang menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) terbaru sering mengungkapkan bahwa tingkat keterlibatan politik generasi muda masih fluktuatif, dipengaruhi oleh faktor edukasi dan keterbukaan akses informasi. Strategi “ruang terbuka” yang diusung PAC Tamansari selaras dengan kebutuhan transformasi politik berbasis inklusivitas, di mana media sosial dan komunitas digital menjadi kanal vital untuk menjangkau audiens muda.

Dari sisi ekonomi politik, soliditas PAC menjadi kunci dalam mempertahankan dukungan konstituen. Penguatan konsolidasi kader tidak hanya sekadar retorika, melainkan harus diimplementasikan melalui program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Studi kasus di berbagai daerah menunjukkan bahwa PAC yang aktif melakukan pendampingan UMKM atau advokasi sosial cenderung lebih mudah mempertahankan basis suara dibandingkan dengan organisasi yang hanya berfokus pada momen pemilu semata. Pendekatan ini penting untuk menjaga trust masyarakat terhadap institusi partai politik.

Strategi Meningkatkan Elektabilitas Melalui Konsolidasi Kader

Implementasi strategi konsolidasi kader memerlukan pendekatan sistematis. Imam Mulyana menyebutkan target peningkatan suara partai, yang dalam praktiknya memerlukan kerja lapangan yang masif. Berikut adalah peta jalan yang umum diterapkan dalam struktur PAC untuk meningkatkan efektivitas kerja:

  1. Penguatan Basis Data: Mengidentifikasi potensi pemilih baru melalui data kependudukan dan analisis demografi lokal.
  2. Pendidikan Politik Aktif: Mengadakan diskusi rutin yang tidak hanya membahas ideologi partai, tetapi juga isu-isu strategis seperti lingkungan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan.
  3. Digitalisasi Organisasi: Memanfaatkan platform digital untuk koordinasi internal dan kampanye naratif yang edukatif, menghindari politik identitas negatif.
  4. Kolaborasi Komunitas: Membangun jaringan dengan komunitas-komunitas pemuda, UMKM, dan civil society lainnya untuk memperluas jangkauan pengaruh.

Infografis sederhana mengenai struktur kepengurusan PAC dapat digambarkan sebagai berikut: Di puncak terdapat Ketua (Sri Mulyati) yang bertanggung jawab penuh, dibantu Sekretaris (Imam Mulyana) sebagai koordinator administrasi dan komunikasi, serta Bendahara (Andri Andriana) yang mengelola sumber daya finansial. Di bawahnya terdapat bidang-bidang khusus yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, membentuk jaringan yang rapat hingga tingkat RT/RW.

Konsistensi dalam menjalankan program kerja akan menjadi tolak ukur keberhasilan kepengurusan baru ini. Tantangan terbesar seringkali terletak pada menjaga marwah partai di tengah persaingan politik yang semakin ketat. Namun, dengan komitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi anak muda, PAC PDIP Tamansari berusaha mereduksi jarak antara elit politik dengan konstituen di akar rumput.

Komitmen untuk bekerja nyata dan menjauhi sikap apatis merupakan kunci keberhasilan pergerakan politik saat ini. Generasi muda memiliki energi dan kreativitas yang luar biasa; ketika mereka mulai peduli dan terlibat dalam proses pembuatan keputusan, maka masa depan politik yang lebih sehat dan inklusif bukanlah sekadar impian. Mari bangun kesadaran kolektif, satukan visi untuk kemajuan daerah, dan buktikan bahwa politik adalah alat untuk melayani, bukan hanya untuk berkuasa. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas demokrasi di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan