Banjir lumpur dan puing-puing menelan 30 rumah di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, dalam insiden bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa nahas ini menelan korban jiwa setelah sejumlah warga dilaporkan tertimbun material longsor. Hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut diduga menjadi pemicu utama longsor yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, membenarkan bahwa kondisi cuaca ekstrem melanda wilayahnya menjelang kejadian.
Pihak keamanan dan pemerintah setempat segera merespons bencana ini. Namun, proses evakuasi sempat terkendala oleh cuaca yang masih buruk. Menurut Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, fokus utama saat ini adalah evakuasi warga korban bencana. Sempat beredar kabar mengenai 23 prajurit TNI yang hilang tertimbun longsor, namun pihak TNI masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Dari hasil pencarian di hari pertama, tim evakuasi menemukan 11 jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, melaporkan bahwa sebanyak 79 warga lainnya masih dalam pencarian, sementara 23 orang berhasil ditemukan selamat. Pencarian korban dilakukan secara optimal sejak pagi hari mengingat kondisi cuaca yang cukup cerah, meskipun petugas harus menyisir area-area yang cukup sulit.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima 16 kantong jenazah korban longsor. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa tujuh di antaranya telah berhasil teridentifikasi, sementara sembilan lainnya masih dalam proses identifikasi. Proses ini melibatkan tenaga medis dan forensik serta dukungan teknologi mutakhir untuk memastikan keakuratan data korban.
Operasi SAR dilakukan secara 24 jam non-stop untuk memaksimalkan penyelamatan jiwa. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut meninjau lokasi bencana didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala Basarnas, dan Kepala BNPB. Pratikno menegaskan prioritas utama saat ini adalah penyelamatan jiwa mengingat masih banyak warga yang belum ditemukan. Pengerahan alat berat juga dilakukan, namun kondisi tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menyiapkan bantuan logistik dan pendirian dapur umum di pengungsian. Pemerintah juga akan memberikan santunan bagi korban meninggal dan luka berat, serta bantuan perbaikan rumah yang rusak. Berdasarkan data terbaru, korban meninggal dunia mencapai 25 jiwa, dengan 23 orang ditemukan selamat dan 65 orang masih dalam pencarian. Data ini disinkronkan dengan hasil tim di lokasi kejadian hingga pukul 17.00 WIB.
Fenomena longsor di area pegunungan seperti Cisarua seringkali dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam durasi singkat. Ketika tanah jenuh air, daya ikat antar partikel tanah menjadi lemah sehingga mudah longsor, terutama di daerah dengan kemiringan curam. Studi kasus menunjukkan bahwa integrasi sistem peringatan dini berbasis IoT (Internet of Things) dapat mendeteksi pergerakan tanah secara real-time. Infografis sederhana yang menggambarkan zona merah bencana dapat membantu masyarakat memahami risiko di sekitar hunian mereka.
Penanganan bencana memerlukan koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan relawan. Keterlambatan respons dapat memengaruhi tingkat ketersediaan korban. Data riset terbaru menyoroti pentingnya mitigasi bencana melalui penataan ruang hijau dan sistem drainase yang baik untuk menyerap air hujan. Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang tanda-tanda alam sebelum terjadinya longsor, seperti suara gemuruh dari dalam tanah atau retakan di dinding rumah.
Bencana alam mengajarkan kita tentang pentingnya kewaspadaan dan kebersamaan. Setiap detik sangat berharga dalam upaya penyelamatan nyawa. Mari kita tingkatkan kesiapsiagaan dan peduli pada lingkungan sekitar untuk meminimalisir risiko bencana di masa depan. Dengan kesadaran kolektif, kita dapat menciptakan komunitas yang lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.