Kemensos Salurkan Bantuan dan Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Pemalang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah sejak sore hingga dini hari pada Jumat, 23 Januari 2026, memicu bencana alam yang cukup parah di Kabupaten Pemalang. Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai utama meluap, di antaranya Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso. Luapan air tersebut tidak hanya membawa volume air yang besar, tetapi juga mengangkut material berat seperti lumpur, bebatuan, dan kayu gelondongan yang berasal dari kawasan hutan Gunung Slamet. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pemukiman warga.

Lokasi terdampak terparah berada di Kecamatan Pulosari, khususnya di Desa Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu, dan Sima. Di Desa Penakir, tepatnya wilayah Sawangan, dampaknya sangat menghawatirkan. Sekitar 10 unit rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara empat mobil terseret arus deras banjir. Data sementara dari lapangan menyebutkan terdapat 380 jiwa yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 119 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, serta TK Pulosari. Bencana ini juga memakan korban jiwa; satu orang meninggal dunia dan identitasnya masih dalam proses verifikasi di Rumah Sakit Islam Pemalang, disamping dua orang lainnya mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis intensif.

Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan dan mengganggu aksesibilitas warga. Sebanyak 10 unit rumah rusak, satu fasilitas ibadah terpaksa tidak bisa digunakan, serta dua jembatan penghubung antar dusun di Desa Pulosari putus total. Selain itu, jembatan di Sungai Reas juga mengalami kerusakan struktural. Melihat situasi genting ini, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung turun tangan dengan menetapkan status tanggap darurat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pihaknya terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat agar kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dan penanganan berjalan cepat.

Upaya respons cepat dilakukan melalui beberapa langkah strategis. Kemensos melakukan asesmen dan pendataan menyeluruh terhadap korban terdampak, melakukan evakuasi warga ke lokasi pengungsian yang aman, serta menangani korban luka di fasilitas kesehatan terdekat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, Kemensos juga mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pulosari. Bantuan logistik pun telah dikirimkan dari Gudang Induk Bekasi untuk memperkuat penanganan darurat di lapangan.

Bantuan yang didistribusikan meliputi kebutuhan pokok dan peralatan pendukung, di antaranya 2.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 200 lembar selimut, 200 kasur, 100 paket kidswear, 200 family kit, 200 tenda gulung, satu unit tenda serbaguna, dan satu unit dapur lapangan (dumlap). Saat ini, kondisi banjir mulai menunjukkan tren penurunan atau surut secara bertahap. Meski demikian, peringatan waspada tetap diberlakukan mengingat cuaca di Kecamatan Pulosari masih berubah-ubah, dengan hujan intensitas sedang hingga deras disertai kabut tebal dan angin kencang. Penanganan bencana ini melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari Direktorat PSKB Kemensos, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, BPBD, TNI-Polri, Tagana, PMI, hingga pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.

Banjir bandang di Pemalang menjadi pengingat keras tentang urgensi mitigasi bencana di era perubahan iklim yang semakin ekstrem. Data menunjukkan peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh pola curah hujan yang tidak menentu dan degradasi lingkungan seperti deforestasi di kawasan hulu sungai. Studi kasus serupa pernah terjadi di berbagai wilayah Indonesia, di mana kerusakan hutan di pegunungan menyebabkan sedimentasi meningkat, sehingga kapasitas tampung sungai berkurang drastis saat hujan turun. Fenomena ini menyoroti pentingnya restorasi ekosistem dan penerapan tata ruang yang lebih bijak untuk meminimalkan risiko kerugian material maupun korban jiwa di masa mendatang.

Kita harus menyadari bahwa bencana adalah bagian dari dinamika bumi, namun kesiapan kita dalam menghadapinya adalah pilihan. Dengan memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan kewaspadaan dini, kita bisa meminimalkan dampak terburuk. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan membangun ketangguhan komunitas, karena keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua. Setiap tindakan kecil peduli terhadap alam hari ini adalah investasi besar untuk keselamatan di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan