Dokter Ungkap Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip GERD, Waspadai Jangan Disepelekan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Belakangan ini, topik mengenai penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh bahwa masalah kesehatan ini tidak boleh dianggap sepele dan perlu penanganan serius agar tidak menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Banyak orang belum menyadari bahwa serangan jantung seringkali menunjukkan gejala yang sangat mirip dengan GERD. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah yang berada di bagian bawah jantung, sehingga memicu sensasi nyeri ulu hati yang kerap dikira hanya sebagai sakit maag biasa.

Menurut spesialis jantung dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA, gejala antara keduanya memang bisa sangat mirip dan hal tersebut sering membuat orang keliru dalam mendiagnosis kondisi yang sedang dialami. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan gejala GERD dan serangan jantung yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan Gejala GERD

Pada kondisi GERD, keluhan yang biasanya muncul meliputi:

  • Sensasi panas yang menjalar dari dada hingga leher atau rasa perih di ulu hati.
  • Gejala ini sering kambuh setelah posisi tubuh berbaring atau pada malam hari.
  • Terkadang disertai dengan mual dan rasa asam di mulut.
  • Beberapa kasus juga menunjukkan gejala sesak napas yang mendadak.

Perbedaan Gejala Serangan Jantung

Sementara itu, pada serangan jantung, keluhan yang dirasakan cenderung berbeda:

  • Memang terdapat rasa panas di dada, namun umumnya terasa lebih berat dan menekan.
  • Muncul rasa tidak nyaman yang intens di area dada.
  • Walaupun terkadang disertai nyeri ulu hati dan mual, ciri khas serangan jantung yang membedakannya dari GERD adalah adanya keringat dingin.
  • Gejala lain yang lebih mengarah ke serangan jantung adalah nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung.

dr Vito menambahkan bahwa kondisi ini lebih berisiko dialami oleh wanita, usia lanjut, atau penderita diabetes. “Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti ‘GERD’ atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini,” tutupnya.

Mengenali perbedaan gejala penyakit jantung dan GERD adalah langkah awal yang krusial untuk menyelamatkan nyawa. Jangan pernah mengabaikan rasa tidak nyaman yang muncul di dada, terutama jika disertai keringat dingin atau rasa nyeri yang menjalar. Kepekaan terhadap sinyal tubuh dan penanganan medis yang tepat waktu dapat mencegah kerusakan organ yang lebih parah. Selalu prioritaskan kesehatan Anda dengan berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan