300 Kilometer Jalan di Garut Masih Rusak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Garut memang belum sepenuhnya ideal, dengan sejumlah ruas masih mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Garut terus bergerak secara bertahap untuk melakukan perbaikan demi kenyamanan pengguna jalan.

Agus Ismail, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, mengungkapkan capaian kerja sepanjang tahun 2025. Dalam kurun waktu tersebut, perbaikan telah menyentuh panjang total sekitar 26 kilometer jalan kabupaten. “Untuk total jalan kabupaten, penanganan tahun 2025 melalui perkerasan hotmix maupun beton mencapai kurang lebih 26 kilometer,” ujarnya pada Kamis, 22 Januari 2026.

Proses perbaikan yang dilakukan mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi di 13 desa berbeda. Agus menegaskan bahwa angka 26 kilometer tersebut khusus untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, berbeda dengan skala pemeliharaan jalan. Untuk pemeliharaan rutin, pihaknya menangani jalur dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang, yakni sekitar 140 kilometer.

Dari total panjang jalan yang direhab dan direkonstruksi, material hotmix mendominasi dengan porsi sekitar 20 kilometer, sementara beton digunakan untuk ruas sepanjang 6 kilometer. Pemilihan material ini tidak dilakukan secara sembarangan.

Penerapan beton tidak bisa diterapkan di semua ruas karena adanya kendala standar lebar jalan. Agus menyatakan bahwa jalan dengan lebar di bawah 4 meter tidak memungkinkan penggunaan beton karena harus dilakukan penutupan total saat pengerjaan. “Pertama, lebar jalan yang tidak memenuhi standar. Jika di bawah 4 meter, tidak bisa pakai beton karena harus ditutup,” jelasnya.

Selain faktor lebar, durasi pengerjaan juga menjadi pertimbangan. Pengerjaan menggunakan beton membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan hotmix. Mengingat rata-rata lebar jalan di Garut hanya berkisar antara 2,5 hingga 3,5 meter, solusi hotmix menjadi pilihan utama untuk percepatan.

Dari sisi anggaran, total dana yang digelontorkan pada tahun 2025 mencapai Rp106 miliar. Rinciannya adalah Rp1,5 miliar untuk pembangunan jalan baru, Rp41,6 miliar untuk rekonstruksi, Rp43,8 miliar untuk rehabilitasi, serta Rp15,6 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan.

Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, tantangan masih membentang. Dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 1.022 kilometer, tingkat kemantapan baru menyentuh angka 68 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 300 kilometer jalan yang kondisinya rusak dan membutuhkan sentuhan perbaikan lebih lanjut.


Pembenahan infrastruktur jalan membutuhkan strategi yang matang mengingat anggaran terbatas. Pendekatan multi-tahun seringkali menjadi kunci untuk menyelesaikan backlog kerusakan jalan secara bertahap tanpa mengabaikan aspek pemeliharaan rutin yang menjaga kualitas jalan yang sudah baik.

Evolusi material konstruksi jalan terus mengalami perkembangan. Di tengah keterbatasan lebar jalan khas pedesaan, inovasi hotmix dengan formula tahan lama menjadi solusi efektif. Teknologi aspal modifikasi mampu memberikan durabilitas tinggi meski dengan ketebalan yang lebih tipis, sangat cocok untuk kondisi geografis pegunungan seperti Garut.

Studi kasus dari kabupaten lain menunjukkan bahwa integrasi data GIS (Sistem Informasi Geografis) sangat membantu memetakan prioritas ruas jalan. Dengan memetakan kerusakan berdasarkan intensitas kendaraan dan dampak ekonomi, pemerintah dapat mengalokasikan dana Rp106 miliar lebih efisien, memastikan jalan yang diperbaiki memberikan multiplier effect terbesar bagi masyarakat sekitar.

Tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur adalah menjaga konsistensi. Meskipun saat ini masih ada 300 kilometer jalan rusak, setiap kilometer yang diperbaiki adalah sebuah langkah pasti. Masyarakat dan pemerintah perlu berkolaborasi mempertahankan momentum ini, karena infrastruktur yang baik adalah fondasi utama peningkatan kesejahteraan dan aksesibilitas ekonomi.

Melangkah maju membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Setiap aspal yang menempel dan beton yang mengeras adalah bukti komitmen membangun negeri. Jangan biarkan kerusakan menghambat mobilitas, mari bersama mendukung proses perbaikan ini untuk Garut yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan