Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi tentara Inggris yang berjuang di medan perang Afghanistan. Pujian ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada hari Minggu (25/1/2026), seusai melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Langkah ini seolah menjadi respons balik atas pernyataan kontroversialnya sebelumnya yang menyulut protes keras dari publik Inggris, khususnya dari kalangan keluarga prajurit yang gugur maupun mengalami luka berat akibat konflik di Afghanistan.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa hubungan antara militer AS dan Inggris bersifat fundamental dan tidak tergoyahkan. Ia menggambarkan Inggris sebagai negara yang memiliki hati dan jiwa yang luar biasa, menyandingkannya dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan yang tiada tandingannya.
Trump secara spesifik menyoroti pengorbanan 457 prajurit Inggris yang tewas di Afghanistan. Ia menempatkan mereka yang gugur maupun yang terluka parah dalam kategori ‘pejuang terbesar sepanjang masa’, mengakui keberanian luar biasa yang ditunjukkan di garis depan.
Pujian ini muncul sebagai bantahan halus terhadap komentar Trump sebelumnya dalam wawancara di Davos, Swiss. Saat itu, ia menyatakan keraguan bahwa negara-negara sekutu NATO akan membantu AS jika dibutuhkan, serta menyebut pasukan negara lain cenderung menjauh dari zona pertempuran sebenarnya.
Meskipun tidak secara eksplisit mencabut atau meminta maaf atas pernyataan awalnya, Trump menegaskan bahwa ikatan antara kedua negara terlalu kuat untuk dipatahkan. Pernyataan ini disampaikan setelah Starmer memberikan respons tegas pada Jumat lalu, menyebut komentar awal Trump sebagai hal yang menghina dan sangat memalukan.
Pembahasan mengenai isu ini terjadi dalam percakapan antara Trump dan Starmer pada Sabtu. Kantor Perdana Menteri Inggris di 10 Downing Street mengonfirmasi bahwa mereka juga membahas situasi perang di Ukraina dan keamanan di kawasan Arktik.
Downing Street menegaskan bahwa pengorbanan tentara Inggris dan Amerika yang berjuang berdampingan di Afghanistan tidak boleh dilupakan. Banyak dari mereka yang terlibat dalam konflik tersebut tidak pernah kembali ke rumah, sebuah fakta yang harus terus dikenang.
Pandangan Trump dalam wawancara di Davos bertolak belakang dengan sejarah keterlibatan internasional di Afghanistan. Pada Oktober 2001, sebulan pasca serangan 9/11, AS memimpin koalisi global untuk memberantas al-Qaeda yang menggunakan Afghanistan sebagai basis utama.
Koalisi ini melibatkan puluhan negara, termasuk anggota NATO yang pertama kali mengaktifkan mandat pertahanan kolektif mereka. Inggris mengirimkan lebih dari 150.000 tentara selama bertahun-tahun, menjadikannya kontingen terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
Selain Inggris, pemerintah Italia dan Prancis juga angkat bicara pada Sabtu. Kedua negara Eropa ini secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap pernyataan Trump, dengan menyebut komentar tersebut tidak dapat diterima sama sekali.
Data Riset Terbaru dan Analisis Kontekstual
Sejarah keterlibatan militer Barat di Afghanistan menunjukkan kompleksitas operasi gabungan yang telah berlangsung selama dua dekade. Menurut data Departemen Pertahanan AS, sejak tahun 2001 hingga penarikan pasukan pada 2021, lebih dari 2.400 tentara AS tewas dan puluhan ribu lainnya terluka. Sementara Inggris, sebagai sekutu terdekat, kehilangan 457 tentara dengan biaya operasional yang mencapai miliaran poundsterling.
Analisis hubungan internasional menyatakan bahwa narasi “beban yang tidak adil” dalam aliansi NATO sering muncul dalam politik domestik Amerika. Namun, data historis menunjukkan bahwa Inggris adalah satu-satunya negara yang secara konsisten memenuhi target pengeluaran pertahanan 2% dari PDB, sejalan dengan standar NATO, dan menjadi partner utama dalam hampir semua operasi besar AS termasuk di Irak, Afghanistan, dan Libya. Pernyataan terbaru Trump cenderung dilihat sebagai retorika politik untuk audiens domestik, meskipun dampaknya pada hubungan diplomatik dengan sekutu tradisional cukup signifikan.
Studi kasus yang relevan adalah Operasi Herrick di Afghanistan, yang menjadi ujian terbesar bagi kemampuan tempur gabungan Inggris-AS. Dalam misi ini, pasukan Inggris (terutama dari Brigade Infantri ke-16 dan ke-3) sering kali ditempatkan di wilayah paling berbahaya seperti Helmand. Integrasi komando antara kedua negara sangat erat, dengan pembagian wilayah tanggung jawab yang tumpang tindih. Ini membuktikan bahwa pasukan Inggris tidak sekadar “mengikuti” AS, tetapi berperan aktif dalam kepemimpinan operasional. Ketegangan retorika politik sering kali mengaburkan fakta bahwa di tingkat lapangan, koordinasi militer kedua negara tetap solid dan saling bergantung.
Melihat kembali sejarah panjang kerja sama pertahanan global, penting bagi kita untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi politik sesaat yang sering kali mengabaikan fakta sejarah dan pengorbanan nyata. Semangat solidaritas antar negara sahabat seharusnya terus dibangun di atas fakta, bukan sekadar retorika. Mari kita terus menghargai setiap bentuk kerja sama internasional yang bertujuan menjaga stabilitas dunia, karena keamanan global adalah tanggung jawab bersama yang hanya bisa diselesaikan dengan persatuan, bukan perpecahan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.