Warga Bekasi Gagal Bobol Motor, Dikepung hingga Lari Ke Atap Rumah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polisi telah merilis kronologi lengkap mengenai kasus perampasan kalung yang pelakunya kabur hingga naik ke atap rumah di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Dalam kejadian tersebut, para pelaku diketahui sempat menjadi sasaran amarah warga sebelum berhasil diamankan.

Kejadian bermula pada pukul 16.00 WIB, Jumat (23/1). Dua orang pelaku berinisial IS (23) dan WH (24) beraksi menggunakan sepeda motor. Mereka menjambret kalung milik korban yang saat itu sedang asyik melihat-lihat dagangan korek api.

Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menjelaskan bahwa aksi nekat tersebut berakhir tragis bagi pelaku. Usai merampas kalung, pelaku mencoba melarikan diri, namun korban langsung mengejar. Nasib sial menimpa mereka lantaran kondisi jalan sedang macet, sehingga pelarian terhambat dan korban berhasil mengejar.

Akibat terjebak dalam kejaran warga, salah satu pelaku, IS, langsung diamankan massa di lokasi kejadian. Berbeda dengan rekannya, WH justru nekat melarikan diri dengan cara yang tak biasa, yaitu dengan memanjat dan berlindung di atap lantai tiga rumah warga.

Kukuh memastikan bahwa polisi yang sedang berpatroli di sekitar lokasi segera merespons kejadian tersebut. Mereka mengamankan pelaku IS yang sudah ditangkap warga, kemudian mengejar WH yang bersembunyi di atap. Hingga akhirnya, pelaku WH berhasil dibujuk turun dan ditangkap.

Terkait isu yang beredar di media sosial, Kukuh menegaskan bahwa narasi mengenai pelaku membawa senjata api tidak benar. Faktanya, kedua pelaku hanya membawa celurit saat beraksi. Polisi turut menyita barang bukti dua bilah celurit dari masing-masing pelaku.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tambora. Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan keduanya dalam kasus serupa sebelumnya guna mengungkap jaringan kejahatan jalanan di Ibu Kota.

Situasi dramatis di atap rumah warga sempat terekam dan menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang diduga pelaku begal berada di atap rumah sambil berinteraksi dengan massa yang mengerumuni bawah rumah. Teriakan massa meminta pelaku untuk segera turun terdengar jelas dalam video yang beredar luas tersebut.

Kasus kriminalitas jalanan seperti perampasan dan begal seringkali dipicu oleh faktor ekonomi dan gaya hidup konsumtif. Berdasarkan data statistik kejahatan di perkotaan, aksi perampasan dengan modus penjambretan masih menjadi salah satu laporan polisi terbanyak di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pelaku umumnya beraksi secara berkelompok menggunakan sepeda motor untuk mempermudah pelarian.

Analisis kriminologi menunjukkan bahwa pelaku seringkali memilih target yang sedang lengah atau berada di situasi rawan seperti kemacetan. Namun, dalam kasus ini, kemacetan justru menjadi faktor kegagalan pelaku melarikan diri. Masyarakat sekitar juga memegang peran penting dalam respons cepat penangkapan pelaku, menunjukkan kewaspadaan kolektif dapat meminimalisir dampak kejahatan.

Studi kasus di berbagai wilayah menunjukkan bahwa keberhasilan penangkapan pelaku kejahatan jalanan seringkali ditentukan oleh respons cepat warga dan koordinasi dengan aparat kepolisian yang sedang berpatroli. Dalam kejadian ini, sinergi antara warga dan polisi yang sedang berpatroli berhasil mengamankan pelaku dalam waktu singkat tanpa menimbulkan korban jiwa lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, hindari penggunaan perhiasan mencolok di tempat umum, dan jangan ragu untuk berteriak meminta tolong jika merasa terancam. Keberanian korban mengejar pelaku terbukti membantu penangkapan, menunjukkan bahwa keberanian sipil dapat menjadi benteng pertama melawan kejahatan jalanan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan