Harga Daging saat Bulan Puasa Semakin Dekat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Stok daging sapi dan kerbau di Indonesia untuk periode awal tahun hingga bulan Ramadan dipastikan dalam kondisi aman oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026, total ketersediaan daging diperkirakan mencapai 185,4 ribu ton.

Komponen penyusun stok ini meliputi stok awal tahun 2026 sebesar 41,7 ribu ton. Selain itu, tersedia pasokan dari produksi dalam negeri serta hasil pemotongan sapi dan kerbau bakalan impor yang diperkirakan mencapai 125,2 ribu ton selama tiga bulan ke depan. Untuk periode Januari hingga Maret, estimasi realisasi impor tercatat sebesar 18,5 ribu ton.

Dengan total ketersediaan tersebut, Bapanas memproyeksikan kebutuhan konsumsi daging sapi dan kerbau secara nasional untuk periode yang sama sebesar 179 ribu ton. Angka ini menunjukkan adanya surplus ketersediaan sebesar 6,3 ribu ton dibandingkan dengan proyeksi konsumsi.

Pemerintah juga telah menetapkan harga acuan untuk menjaga stabilitas pasar selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Harga sapi hidup ditetapkan sebesar Rp 55.000 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan agar pedagang daging ruminansia dapat memberikan harga yang wajar kepada masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan ini. Jika terdapat pelaku usaha penggemukan sapi atau kerbau yang melepas hewan dengan harga di atas Rp 55.000 per kilogram, pemerintah akan mencabut izin usahanya. Kebijakan ini diharapkan berdampak positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen dan menjaga daya beli masyarakat.

HAP tingkat produsen untuk sapi hidup ditetapkan dalam kisaran Rp 56.000 hingga Rp 58.000 per kilogram. Sementara itu, HAP tingkat konsumen diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, yang mencakup daging sapi segar paha depan Rp 130.000/kg, paha belakang Rp 140.000/kg, paha depan beku Rp 105.000/kg, serta daging kerbau beku Rp 80.000/kg.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tren penurunan harga daging sapi di tingkat konsumen hingga minggu ketiga Januari 2026. Jumlah daerah yang mengalami penurunan harga meningkat dari 13 daerah pada awal bulan menjadi 14 daerah pada minggu ketiga, menunjukkan stabilitas harga yang mulai terjaga.

Mengelola ketersediaan pangan membutuhkan sinergi antara data akurat, kebijakan responsif, dan dukungan masyarakat. Dengan stok yang aman dan harga yang terkendali, kita bersama dapat melewati periode Ramadan dengan kondusif. Setiap langkah kecil dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional. Mari kita dukung upaya pemerintah dengan bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi daging sesuai kebutuhan, sehingga kestabilan harga dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan