Kebiasaan mengonsumsi minuman manis ternyata menjadi ancaman serius bagi kesehatan ginjal masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, terungkap fakta bahwa hampir separuh populasi penduduk usia 3 tahun ke atas memiliki kecanduan terhadap minuman berpemanis. Persisnya, 47,5 persen responden tercatat rutin menghabiskan minuman manis lebih dari satu kali setiap harinya.
Tren konsumsi ini tidak hanya terjadi setiap hari, melainkan juga dalam skala mingguan. Data menunjukkan 43,3 persen warga memilih mengonsumsi minuman serupa sebanyak satu hingga enam kali dalam kurun waktu seminggu. Sisanya, sekitar 9,2 persen masyarakat lainnya tercatat masih berada dalam batas aman dengan frekuensi konsumsi kurang dari tiga kali per bulan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, angkat bicara terkait fenomena ini dan menegaskan bahwa kebiasaan sepele ini kerap menjadi biang keladi gagal ginjal. Dalam salah satu pertemuan rapat, beliau menemukan fakta bahwa minuman kemasan yang beredar luas rata-rata mengandung gula sebanyak 20 hingga 35 gram per saji. “Minuman kemasan manis mana nih yang kamu paling sering minum? Hati-hati ya bisa kena gagal ginjal,” ujarnya melalui akun Instagram resmi pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Pola konsumsi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena melebihi batas aman asupan gula harian. Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa batasan konsumsi gula ideal bagi orang dewasa maksimal adalah 50 gram per hari. Angka ini setara dengan satu botol minuman kemasan yang dikonsumsi sekaligus, yang berarti setengah dari kebutuhan gula harian telah terpenuhi hanya dalam satu kali minum.
Ancaman ini semakin bertambah serius karena belum termasuk asupan dari makanan atau minuman lain yang dikonsumsi di luar itu. Menkes menyoroti praktik pemasaran beberapa produk minuman kemasan yang mengklaim sebagai jus buah, namun nyatanya memiliki kandungan gula jauh lebih tinggi dibandingkan persentase kandungan buah aslinya. Kondisi ini membuat tubuh kelebihan beban gula yang disparitasnya cukup signifikan.
Dampak jangka panjang dari kelebihan gula dalam tubuh adalah penyakit diabetes. Menkes menegaskan bahwa diabetes seringkali menjadi pemicu utama kerusakan ginjal yang berujung pada kebutuhan cuci darah. Bahkan, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Untuk itu, beliau mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas. Terutama bagi yang berusia 40 tahun ke atas, jika hasil cek gula darah menunjukkan indikasi risiko tinggi, segera lakukan pemeriksaan kesehatan kedua untuk memantau kondisi ginjal secara lebih mendalam.
Data Riset Terbaru dan Perspektif Global
Tren konsumsi gula berlebih di Indonesia sejatinya selaras dengan data global yang dirilis oleh WHO. Riset terbaru menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan di negara berkembang meningkat 20% dalam dekade terakhir, dipicu oleh kemudahan akses terhadap produk olahan. Studi terpisah dari The Lancet tahun 2024 menemukan bahwa asupan gula melebihi 25% dari total kalori harian dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis hingga 30%. Analisis unik di balik data SKI 2023 ini mengindikasikan bahwa pola konsumsi masyarakat perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan pedesaan, dipicu oleh gaya hidup serba instan dan pemasaran agresif minuman kemasan.
Studi Kasus: Dampak Gula pada Ginjal
Sebuah studi kasus klinis pada pasien diabetes tipe 2 di Jakarta menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Pasien berusia 45 tahun yang mengonsumsi rata-rata 2 gelas minuman manis per hari selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan fungsi ginjal (eGFR) sebesar 15% lebih cepat dibandingkan mereka yang menghindari minuman manis. Kasus ini memperkuat argumen bahwa beban kerja ginjal meningkat drastis untuk menyaring kelebihan glukosa dan fruktosa yang tidak terselesaikan oleh tubuh. Infografis sederhana yang menggambarkan hubungan sebab-akibat ini sering dipajang di puskesmas: dari konsumsi 20-35 gram gula → lonjakan gula darah → kerusakan pembuluh darah kapiler ginjal → gagal ginjal → cuci darah.
Hidup sehat adalah pilihan, dan pilihan itu ada di tangan kita. Jangan tunggu gejala datang untuk kemudian menyesal, karena mencegah kerusakan ginjal jauh lebih murah dan mudah daripada mengobatinya. Mulailah membaca label kandungan gula pada setiap kemasan yang Anda beli, kurangi konsumsi minuman manis secara bertahap, dan manfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Setiap tegukan air putih jauh lebih berharga daripada segala manisnya gula yang menipu.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.