Kondisi Terkini 3 Wilayah Lereng Gunung Slamet Pasca Tragedi Banjir Bandang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hujan lebat yang terus-menerus mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet memicu kejadian banjir bandang yang meluas. Dampak signifikan terjadi di tiga kabupaten sekaligus, yaitu Purbalingga, Pemalang, dan Tegal, menurut laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Bergas Catursasi Penanggungan, selaku Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, membenarkan luasnya area terdampak bencana alam ini.

Rincian Dampak di Pemalang

Di wilayah Kabupaten Pemalang, dampak banjir bandang cukup parah dengan merusak empat desa yang tersebar di dua kecamatan berbeda. Desa-desa yang terkena imbas antara lain Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu yang berada di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.

Kejadian ini menimbulkan korban jiwa dan memaksa warga mengungsi. Data korban melaporkan satu orang meninggal dunia (MD), dua orang mengalami luka berat, dan 22 orang luka ringan yang telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, tercatat 119 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi demi keselamatan.

Kondisi Terkini di Purbalingga

Beralih ke Kabupaten Purbalingga, situasi bencana melibatkan material campuran lumpur dan batu yang menghantam Kecamatan Rembang dan Karangreja. Aksesibilitas dua dusun terputus total akibat tertimbun material banjir, yaitu Dusun Malang dan Dusun Bambangan.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi, dengan laporan putusnya Jembatan Kali Bambangan secara total. Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 110 jiwa di Desa Kutabawa, khususnya warga RT 17 dan RW 5, terpaksa mengungsi akibat kondisi ini.

Kerusakan Fasilitas Wisata di Tegal

Di Kabupaten Tegal, banjir bandang melanda kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Banjir yang berasal dari luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur pariwisata setempat.

Beberapa kerusakan yang teridentifikasi meliputi Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 yang rusak berat. Selain itu, area Obyek Wisata Pancuran 13 dan Pancuran 5 turut terdampak, termasuk jembatan gantung di Pancuran 5. Bahkan, satu unit excavator mini turut hanyut terbawa arus deras.

Analisis dan Data Tambahan

Banjir bandang di lereng Gunung Slamet ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Jawa Tengah saat puncak musim hujan. Fenomena ini erat kaitannya dengan perubahan iklim global yang memicu intensitas curah hujan ekstrem. Data BMKG menunjukkan bahwa anomali suhu permukaan laut di sekitar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung mempengaruhi pola presipitasi, menjadikan hujan dengan durasi singkat namun intensitas tinggi semakin sering terjadi.

Dari sisi mitigasi, kejadian ini mengindikasikan pentingnya pemetaan zona merah bencana. Data riset terbaru dari Pusat Penelitian Bencana Alam ITB menyoroti bahwa erosi di hulu sungai akibat deforestasi memperparah material yang dibawa saat banjir bandang. Studi kasus di DAS Jratun selisih menunjukkan bahwa restorasi vegetasi tepian sungai dapat mengurangi kecepatan aliran air hingga 40%.

Berikut adalah visualisasi singkat mengenai sebaran dampak korban jiwa dan pengungsi berdasarkan laporan BPBD:

| Lokasi (Kabupaten) | Korban Meninggal | Luka Berat | Luka Ringan | Jumlah Pengungsi |
| :— | :— | :— | :— | :— |
| Pemalang | 1 Orang | 2 Orang | 22 Orang | 119 Jiwa |
| Purbalingga | 0 | 0 | 0 | 110 Jiwa (31 KK) |
| Tegal | 0 | 0 | 0 | 0 (Kerusakan Infrastruktur) |

Situasi bencana banjir bandang di lereng Gunung Slamet menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang luar biasa. Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat mitigasi bencana untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko yang tidak terduga. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, mulailah dari diri sendiri dengan memahami lingkungan sekitar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan