Motorola Edge 70 Fusion Muncul di Geekbench dengan Snapdragon 7s Gen4 dan Android 16

Saskia Puti

By Saskia Puti

Motorola Edge 70 Fusion telah muncul dalam database pengujian Geekbench, mengungkapkan skor performa awal serta konfigurasi spesifikasi utama. Perangkat ini terdeteksi mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen4 dan berjalan menggunakan sistem operasi Android 16 terbaru. Data pengujian kinerja terbaru ini memperlihatkan hasil uji single-core dan multi-core, memberikan gambaran jelas mengenai konfigurasi hardware sebelum peluncuran resmi dilakukan.

Dalam tes Geekbench 6.5.0, ponsel ini meraih skor 1.215 untuk pengujian single-core dan 3.186 pada pengujian multi-core. Angka ini menempatkan Motorola Edge 70 Fusion pada level kinerja kelas menengah atas yang cukup kompetitif. Perangkat ini juga dikonfirmasi menjalankan Android 16, versi OS terbaru yang menawarkan peningkatan signifikan dalam hal stabilitas dan efisiensi performa.

Benchmark tersebut juga mengungkap konfigurasi memori yang diusungnya. Motorola Edge 70 Fusion tercatat membawa kapasitas RAM sebesar 11,14GB dalam pengujian, yang kemungkinan besar akan dipasarkan sebagai varian 12GB. Sementara untuk dapur pacu, perangkat ini diduga kuat menggunakan Qualcomm Snapdragon 7s Gen4, meskipun sejumlah rumor awal sempat menyebut kemungkinan penggunaan Snapdragon 7s Gen3.

Spesifikasi Utama Motorola Edge 70 Fusion
Sejumlah informasi yang beredar memperlihatkan rangkaian spesifikasi kunci yang akan diusung Motorola Edge 70 Fusion, mencakup sektor layar, kamera, hingga baterai yang menjadi daya tarik utama di segmen premium menengah.

  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 7s Gen4 (diduga kuat)
  • RAM: 8GB / 12GB (konfigurasi ganda)
  • Penyimpanan: Sekitar 256GB untuk varian dasar
  • Layar: AMOLED 6,78 inci dengan resolusi ~1.5K dan refresh rate 144Hz
  • GPU: Adreno 810
  • Kamera Utama: 50MP (menggunakan sensor Sony Lytia)
  • Kamera Depan: 32MP
  • Baterai: Sekitar 7.000 mAh dengan dukungan fast charging 68W
  • Sistem Operasi: Android 16 out-of-the-box

Spesifikasi ini mencerminkan tren smartphone kelas menengah premium yang menggabungkan performa tangguh serta kapasitas baterai besar. Selain itu, perangkat ini juga menghadirkan layar berkualitas tinggi dengan refresh rate tinggi, tanpa harus menyertakan fitur premium ekstrem yang biasanya hanya ada di lini flagship.

Snapdragon 7s Gen4 dan Kinerja Kelas Menengah
Snapdragon 7s Gen4 merupakan salah satu chipset dalam seri 7 Qualcomm yang diposisikan untuk kelas menengah atas. Chipset ini menawarkan efisiensi daya yang baik sekaligus performa kompetitif untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari dan multitasking berat.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Motorola terkait chipset yang akan digunakan, konfigurasi delapan inti yang terdaftar di benchmark—terdiri dari 1 inti prime 2,71 GHz, 3 inti performa 2,40 GHz, dan 4 inti efisiensi 1,80 GHz—mirip dengan arsitektur yang digunakan pada platform Snapdragon seri 7 generasi terbaru. Data benchmark seperti yang muncul di Geekbench sering menjadi sinyal awal kesiapan perangkat menjelang pengumuman resmi. Selain angka performa, hasil ini juga memberi petunjuk mengenai optimalisasi hardware-software yang bisa diharapkan pengguna saat perangkat dirilis.

Android 16 dan Pembaruan Sistem
Motorola Edge 70 Fusion terpantau menjalankan Android 16 langsung dari pabrik, mengikuti tren ponsel baru di awal 2026 yang mengadopsi versi terbaru sistem Android. Adopsi Android 16 ini memberikan keuntungan bagi pengguna dalam hal kecepatan respons, keamanan, dan dukungan jangka panjang untuk pembaruan sistem. Platform ini juga biasanya disertai dengan optimasi untuk efisiensi baterai dan antarmuka yang lebih halus.

Implikasi di Pasar Indonesia
Kemunculan Motorola Edge 70 Fusion di database benchmark menandakan bahwa Motorola sedang mempersiapkan ponsel baru yang diposisikan di segmen menengah premium global, yang sangat mungkin juga akan masuk ke pasar Indonesia. Seri Edge sendiri telah mendapatkan respons positif di sejumlah negara karena kombinasi desain modern, performa memadai, serta fitur multimedia yang kuat.

Jika spesifikasi yang terungkap dari berbagai bocoran ini benar, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara performa, daya tahan baterai besar, dan kemampuan kamera kompetitif tanpa harus membayar harga flagship penuh. Sebagai catatan, Motorola belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran atau harga jual untuk Edge 70 Fusion. Perangkat ini masih berada pada fase teaser dan bocoran spesifikasi, meskipun kemunculan di Geekbench menjadi indikator kuat bahwa peluncuran global semakin dekat.

Evolusi chipset Snapdragon 7s Gen4 menunjukkan bagaimana produsen prosesor berusaha menutup celah antara kinerja kelas menengah dan flagship, dengan menghadirkan arsitektur yang lebih efisien untuk mendukung kebutuhan AI dan multitasking modern tanpa mengorbankan masa pakai baterai. Motorola tampaknya memanfaatkan momentum ini dengan menggabungkan chipset tersebut bersama layar 144Hz dan baterai 7.000 mAh, menciptakan paket yang sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas dan hiburan mobile. Di pasar Indonesia yang kompetitif, kombinasi spesifikasi ini dapat menjadi senjata ampuh untuk bersaing melawan brand lain yang sudah lebih dulu menguasai segmen premium menengah. Penggunaan Android 16 out-of-the-box juga menjadi nilai tambah signifikan, menjamin dukungan software yang lebih lama dan akses ke fitur terbaru sejak hari pertama.

Bayangkan memiliki perangkat yang mampu menangani game berat, editing video ringan, dan multitasking aplikasi sehari-hari dengan lancar, sementara baterainya tetap bertahan hingga akhir hari tanpa khawatir. Motorola Edge 70 Fusion nampaknya dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, menghadirkan teknologi canggih dalam jangkauan lebih banyak orang. Teruslah memantau perkembangan informasi resmi dari Motorola, karena perangkat ini bisa menjadi pilihan cerdas untuk memenuhi kebutuhan digital Anda berikutnya.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan