Lego Meluncurkan Smart Bricks dengan Pengisian Daya Nirkabel Sebagai Evolusi Mainan Digital

Saskia Puti

By Saskia Puti

Inovasi terbaru dari Lego memperkenalkan sistem Smart Play di CES 2026, yang menyoroti kebutuhan mendesak akan pengisian daya nirkabel khusus untuk Smart Bricks. Tujuan utama di balik pengembangan ini adalah mempertahankan keintuisan pengalaman bermain sambil mengintegrasikan teknologi modern tanpa mengurangi esensi keseruan dari konstruksi klasik yang telah dikenal luas.

Strategi peluncuran Smart Bricks ini menandai babak baru dalam evolusi mainan konstruksi Lego. Sistem Smart Play menyematkan teknologi canggih, termasuk chip khusus, sensor, speaker mini, dan jaringan komunikasi internal, langsung ke dalam balok standar ukuran 2×4. Inovasi ini memungkinkan balok bereaksi terhadap posisi, orientasi, dan interaksi dengan elemen lain dalam satu set tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti layar, aplikasi eksternal, atau hub koneksi.

Tom Donaldson, Kepala LEGO’s Creative Play Lab, menegaskan bahwa sistem pengisian daya yang dikembangkan bersifat proprietary atau khusus, bukan mengikuti standar nirkabel universal seperti Qi. Tujuannya bukan sekadar mempermudah pengisian baterai, melainkan memastikan Smart Bricks tetap menerima daya meskipun terpasang dalam struktur bangunan Lego, baik saat dipajang maupun dimainkan.

Smart Bricks muncul sebagai tonggak penting bagi Lego yang sebelumnya berfokus pada permainan fisik tradisional. Pendekatan ini menjembatani konstruksi klasik dengan interaktivitas digital yang halus, menjaga inti identitas brand sambil memenuhi tuntutan pengguna modern akan permainan yang lebih responsif.

Pemilihan pengisian nirkabel khusus bukanlah keputusan instan. Lego telah merancang teknologi ini sejak awal program desain Smart Play, sekitar delapan tahun sebelum peluncuran publik. Pada fase awal, solusi off-the-shelf di pasaran tidak mampu memenuhi kebutuhan unik Lego, seperti pengisian saat terpasang pada model, arsitektur daya yang melewati balok lain tanpa gangguan, serta penghindaran kabel eksternal yang mengganggu estetika bangunan.

Pendekatan ini sangat krusial agar Smart Bricks tetap kompatibel dengan pola bermain yang sudah mendarah daging di komunitas Lego. Pengisian nirkabel memberikan kebebasan bagi anak-anak dan kolektor untuk menyertakan elemen teknologi tanpa mengubah cara bermain tradisional mereka.

Sistem Smart Play bukan hanya tentang Smart Bricks yang dapat dicas nirkabel, melainkan keseluruhan ekosistem yang bekerja harmonis. Ini mencakup Smart Bricks yang dilengkapi chip, sensor gerak, dan speaker kecil; Smart Tags dan Smart Minifigures yang memberikan arahan suara; BrickNet, jaringan Bluetooth mesh untuk komunikasi antar balok tanpa aplikasi; serta teknologi Neighbour Position Measurement (NPM) untuk mengenali posisi relatif dalam susunan balok. Pengisian daya nirkabel ini menggunakan kumparan internal yang mirip dengan teknologi sikat gigi elektrik, namun disesuaikan dengan ukuran kecil dan kebutuhan efisiensi sistem Lego.

Tantangan terbesar adalah memastikan teknologi ini terasa natural dan tidak mengubah cara bermain yang dikenal turun-temurun. Dengan pengisian nirkabel khusus, Smart Bricks tetap berada di tempatnya tanpa perlu dibongkar untuk dicas. Hal ini memastikan fokus tetap pada kreativitas fisik tanpa gadget atau layar, tanpa aplikasi ponsel, dan sistem bekerja secara lokal tanpa internet untuk menjaga privasi serta kemudahan penggunaan. Pengalaman merakit tetap identik dengan Lego klasik, hanya ditambah lapisan interaktivitas yang halus dan intuitif.

Peluncuran Smart Bricks dengan pengisian nirkabel khusus menunjukkan komitmen Lego menuju permainan yang lebih hidup tanpa mengorbankan nilai inti. Strategi ini memberikan dampak signifikan berupa pengalaman bermain baru dengan suara, cahaya, dan interaksi berdasarkan penempatan balok, kompatibilitas luas dengan set yang sudah ada, serta potensi pengembangan ekosistem ke tema lain di luar seri Star Wars yang dirilis pada 1 Maret 2026. Keputusan menggunakan solusi nirkabel proprietary ini menegaskan komitmen Lego terhadap kualitas pengalaman bermain, bukan sekadar mengikuti tren teknologi umum.

Penerapan teknologi ini membuka wawasan bagaimana perpaduan fisik dan digital dapat berjalan selaras tanpa menghilangkan esensi kreativitas. Dengan mempertahankan kebebasan bereksplorasi, Lego berhasil menambah dimensi baru pada bangunan fisik yang sebelumnya statis menjadi lebih hidup dan responsif. Ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak harus mengorbankan akar budaya bermain, melainkan memperkaya tanpa mempersulit.

Bayangkan sebuah menara batu bata yang tidak hanya berdiri kokoh, namun juga mampu bersuara atau merespons saat disentuh tanpa kabel berantakan mengganggu pandangan. Teknologi Smart Bricks menghadirkan realitas tersebut dengan menjaga kesederhanaan desain, memastikan setiap komponen bekerja tanpa membebani pengguna dengan setup teknis yang rumit. Ini adalah langkah maju yang menjembatani imajinasi masa kini dengan kemudahan teknologi masa depan.

Melalui inovasi ini, Lego menunjukkan bahwa mainan edukatif bisa tetap menyenangkan sekaligus canggih, mengajak generasi baru untuk berkreasi tanpa batas. Energi kreativitas yang dipadu dengan teknologi responsif menciptakan pengalaman bermain yang tak terlupakan, mengajak setiap orang untuk terus menjelajahi kemungkinan baru di setiap balok yang disusun.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan