Sopir Angkot di Bogor Serahkan Diri Usai Tabrak Pria Hingga Terseret 200 Meter

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pengemudi angkutan kota (angkot) yang terlibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Bogor, Jawa Barat, akhirnya menyerahkan diri setelah sebelumnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi menduga kuat bahwa pelaku kabur lantaran panik dan ketakutan usai menabrak korban. Sebelumnya, aparat kepolisian telah mendatangi kediaman sopir yang bersangkutan, namun tidak menemukannya di tempat. Kurang dari 24 jam pasca-insiden, sopir angkot tersebut akhirnya datang ke kantor Sub Unit Laka Ciawi untuk menyerahkan diri.

Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, membenarkan penyerahan diri tersebut pada Sabtu (24/1/2026). “Sampai ke rumahnya, nggak ada (pengemudinya). Yang ada hanya istrinya. Lalu pada akhirnya singkat cerita istrinya itu mungkin membujuk, lalu kemudian sopir angkotnya datang menyerahkan diri ke kantor Sub Unit Laka Ciawi,” ujar Ares. Ia juga menambahkan, faktor psikologis menjadi alasan mengapa sang sopir nekat melarikan diri di awal. “Pada saat kejadian memang sopir itu kabur, mungkin karena ketakutan atau bagaimana,” ungkapnya.

Kejadian nahas tersebut berlangsung pada Jumat malam (23/1) di wilayah Kecamatan Megamendung. Berdasarkan laporan, insiden bermula ketika angkot yang dikemudikan pelaku melaju dari arah Puncak menuju ke Gadog. Saat tiba di lokasi kecelakaan, kendaraan tersebut berpindah lajur ke kanan jalan dengan maksud untuk menyalip sebuah minibus yang bergerak di depannya. Namun, di saat yang bersamaan, terjadi tabrakan dengan pejalan kaki.

Polisi menjelaskan bahwa korban yang berinisial NS sedang menyeberang jalan dari bahu kiri ke arah kanan (dari arah Gadog). “Pada saat bersamaan, bodi samping sebelah kiri menabrak seorang penyeberang jalan yang berinisial NS,” jelas Ares. Akibat benturan tersebut, korban terseret cukup jauh oleh kendaraan angkot. “Korban penyeberang jalan yang berinisial NS terseret sejauh sekitar 200 meter,” tuturnya.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, pipi, ketiak, dan paha. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit serta tempat pengobatan alternatif untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, penyerahan diri pengemudi angkot ini menjadi bukti bahwa rasa takut kerap menjadi pemicu utama pelaku kecelakaan melarikan diri, namun pada akhirnya tanggung jawab harus diambil. Kecepatan respons keluarga dalam membujuk pelaku juga memegang peranan penting dalam menyelesaikan proses hukum ini. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengendara, tetapi juga pejalan kaki. Selalu waspada dan patuhi rambu lalu lintas untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan