Lapangan Cilamaya Mulai Digarap, Bisa Dapat Minyak dan Gas Sebanyak Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PT Pertamina EP menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) untuk menggarap pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang berada di area Cilamaya, Jawa Barat. Proses pengembangan ini ditandai dengan memasuki fase fabrikasi Gas Dehydration Package yang nantinya akan terintegrasi langsung dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU).

Ahmad Firdaus Fasa, selaku Manager Project Pertamina EP Zona 7, menyatakan bahwa langkah ini menandai babak baru dalam pembangunan infrastruktur produksi minyak dan gas di kawasan Subang. Proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan puncak produksi gas sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan minyak 300 barel fluida per hari (BLPD), atau setara 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.

Fasilitas yang sedang dibangun meliputi gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, unit dehidrasi (DHU) dengan kapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit kompresor gas masing-masing 0,5 MMSCFD, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. “Tahap fabrikasi ini menjadi tonggak krusial bagi proyek Bambu Merah. Kami berkomitmen menjalankan seluruh pekerjaan dengan mengedepankan aspek keselamatan, mutu, dan kepatuhan regulasi,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada di SP CLU melalui peningkatan kapasitas produksi. Setelah rampung, hasil minyak akan dialirkan menuju Booster Station (BS) Cilamaya. Sementara itu, gas akan diolah agar memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan dicampur dengan hasil produksi dari lapangan lain.

Untuk menjamin pengelolaan lingkungan yang baik, air hasil produksi akan diinjeksikan kembali ke sumur melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU. Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, menambahkan bahwa proyek ini memiliki peran vital bagi ketahanan energi Indonesia. “Kami memastikan setiap tahap berjalan sesuai standar HSSE dan tata kelola, dengan koordinasi intensif bersama SKK Migas serta pemangku kepentingan terkait,” tutup Wazirul.

Ketersediaan energi yang stabil adalah fondasi kemajuan negara. Dengan proyek seperti Bambu Merah, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menyimpan amunisi vital untuk masa depan. Mari kita dukung langkah strategis ini untuk menjaga keberlanjutan energi nasional yang lebih mandiri dan sejahtera.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan