Isi Pidato Lengkap Prabowo di WEF 2026 Davos: Bahas MBG hingga Danantara.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto tampil sebagai pembicara kunci untuk pertama kalinya dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Dalam forum bergengsi ini, beliau memaparkan berbagai program serta pencapaian pemerintah selama satu tahun terakhir di berbagai sektor.

Pidato yang disampaikan pada Kamis, 22 Januari 2026 tersebut mengangkat konsep ekonomi yang telah dirancang sejak sebelum menjabat hingga kini berjalan, sering disebut sebagai “Prabowonomics”. Presiden juga menyoroti kinerja ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik global, dengan menekankan keberhasilan program efisiensi yang berhasil menghemat anggaran negara hingga USD 18 miliar. Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialokasikan untuk program yang berdampak langsung pada rakyat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah menjangkau 59 juta penerima.

Berikut kutipan pidato lengkap Prabowo Subianto di WEF 2026 Davos:

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh,
Shalom, salve, om swastiastu.

Bapak dan Ibu sekalian, kita berkumpul di sini di Davos pada masa ketidakpastian besar, masa di mana perang terus pecah, masa di mana kepercayaan antar bangsa, antar lembaga, dan antar masyarakat sedang rapuh. Sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian.

Yang Mulia, para delegasi yang terhormat, IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, “titik terang global” dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan. Sementara dunia menghadapi pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia terus tumbuh. Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir, dan saya yakin tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Inflasi kita tetap terjaga di angka sekitar 2%. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3% dari PDB.

Lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik. Perdamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Perdamaian dan stabilitas di negara saya tidak terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kami, Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan di atas fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi, dan selalu persahabatan di atas permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah terjaga.

Kredibilitas yang sekali hilang sangat mahal untuk didapatkan kembali. Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak pernah sekalipun. Rezim yang menggantikan selalu membayar utang rezim sebelumnya. Presiden yang berhasil akan selalu menghormati utang administrasi sebelumnya.

Yang Mulia, sahabat-sahabat terhormat, selain membutuhkan perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan membutuhkan tata negara dan modal, khususnya alokasi dan realokasi modal yang efisien. Itulah sebabnya Februari lalu kami mendirikan dana kekayaan kedaulatan (sovereign wealth fund) kami, Danantara Indonesia. Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara adalah sovereign wealth fund dengan aset kelolaan sebesar 1 triliun dolar AS.

Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini di depan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia sekarang, bukan hanya tanah perdamaian dan stabilitas, Indonesia sekarang semakin menjadi tanah peluang. Sekali lagi, saya sampaikan bahwa saya yakin pertumbuhan kita, pertumbuhan ekonomi kita, akan sangat mengejutkan bagi banyak orang di dunia. Dengan Danantara, Indonesia kini mampu menjadi mitra Anda. Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda.

Danantara didirikan untuk membiayai dan ikut membiayai industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan. Industri masa depan harus dijalankan dengan baik dan bijaksana. Itulah sebabnya kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional. Dan kami mencoba mencari eksekutif terbaik untuk mengarahkan kepemimpinan Danantara. Danantara kini mengelola 1.044 badan usaha milik negara (BUMN). Kami akan menguranginya menjadi sekitar maksimal 300.

Kami akan melakukan rasionalisasi, kami akan menyingkirkan inefisiensi. Kami menginginkan tata kelola terbaik dan manajemen terbaik di bawah standar internasional. Saya telah mengizinkan Danantara untuk merekrut ekspatriat, warga negara asing, untuk dapat memimpin perusahaan-perusahaan ini. Kami menginginkan otak terbaik dan pemikiran terbaik di dunia.

Inilah, pada kenyataannya, cara kami menjalankan Indonesia sekarang. Dari program sosial kami hingga upaya kami untuk hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya kami untuk mencapai swasembada pangan dan energi. Semuanya kini didampingi oleh pengawasan yang kuat dan pemimpin yang cakap. Dalam dua bulan pertama pemerintahan saya, kami menjalankan program efisiensi yang gencar. Kami menghemat 18 miliar dolar dengan menghentikan program-program yang tidak efisien dan meragukan dari anggaran kami. Dan mengalihkan dana ini ke proyek-proyek yang secara langsung meningkatkan mata pencaharian dan berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.

Hasilnya, pada 6 Januari 2025, kami memulai program makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan menyusui, bayi, dan seluruh anak Indonesia. Pada hari pertama, kami mulai dengan 190 dapur yang melayani 570.000 orang per hari. 570.000 makanan per hari. Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani secara nasional. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu-ibu, dan lansia yang hidup sendiri. Mereka menerima makanan ini setiap hari. Sebagai konteks, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui McDonald’s yang menyediakan 68 juta makanan sehari. Kita mulai pada Januari tahun lalu. Tahun ini, target kita adalah melayani 82,9 juta makanan sehari.

Seluruh anak Indonesia dari kandungan ibunya hingga mencapai usia 18 tahun mendapat manfaat dari program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui, kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka. Ini juga dilakukan, dikirim ke rumah-rumah bagi lansia yang hidup sendiri. Untuk menempatkan ini dalam konteks yang saya sebutkan, saya rasa McDonald’s memulai dapur pertama mereka pada tahun 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan waktu 5 dekade lebih. Kita akan mencapai 82,9 juta, saya harap, pada akhir Desember 2026. Namun orang-orang saya berkata, “Tidak, Pak, kita akan mencapai 82,9 sebelum Desember”. Jadi mudah-mudahan kita akan mencapai ini.

Selain memperkuat anak-anak kita, makanan gratis kita memperkuat ekonomi kita. Lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi kini menjadi bagian dari rantai pasok ini. Kami menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya di bagian dapur. Pada puncaknya, kami optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung dengan vendor dan pemasok.

Akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lainnya yang dirangkul dan ditingkatkan. Inilah sebabnya saya yakin bahwa pertumbuhan kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial kita harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan. Hari ini, 70 juta orang Indonesia menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Dan mereka akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis setahun sekali seumur hidup mereka. Dan ini akan meningkat ke seluruh anak-anak dan orang dewasa di Indonesia.

Kami memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh warga negara Indonesia. Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang. Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat jauh lebih banyak dalam jangka panjang dalam pengobatan. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat bermiliar-miliar dolar AS.

Tahun lalu, misalnya, kami merenovasi 16.140 sekolah. Kami melengkapi 288.000 sekolah, masing-masing dengan satu panel datar interaktif 75 inci sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan kami. Tahun depan, di tahun 2026 ini, kami akan menambah 1 juta lagi panel pintar interaktif ini sehingga setiap sekolah akan memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas dengan panel tersebut.

Dan kami berharap dalam tiga tahun, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Itu berarti saya, misalnya, di Jakarta, dapat mampir ke sekolah mana pun di Indonesia dan saya dapat melihat kualitas mengajar dari para guru. Saya dapat melihat reaksi anak-anak. Dan di minggu-minggu pertama, kita melihat antusiasme anak-anak, antusiasme para guru, masyarakat desa. Banyak dari mereka menangis ketika melihat panel-panel itu datang.

Kami mendapat pesan, “Bapak Presiden, dalam seluruh sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat tahu tentang kami. Ini pertama kalinya kami merasa bahwa pemerintah pusat peduli pada kami dan kini ada di desa kami, kini membantu mengajar anak-anak kami,” Ini bagi saya sangat menyentuh hati. Karena apa yang kita lakukan adalah memberdayakan generasi masa depan Indonesia. Mengapa hal ini penting bagi investor global yang berkumpul di sini di World Economic Forum? Karena saya berkeyakinan bahwa modal manusia (human capital) menentukan pertumbuhan jangka panjang, keuntungan jangka panjang. Pengembangan manusia, sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang berkembang dan sukses.

Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang bisa berharap untuk stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, jika rakyatnya tidak mampu mengikuti sains dan teknologi modern. Selain itu, tahun ini, kami akan meningkatkan renovasi. Saya bertekad untuk memodernisasi dan merenovasi 60.000 sekolah. Saya juga membangun 1.000 sekolah dengan apa yang saya sebut sekolah terpadu yang komprehensif dengan fasilitas modern, dengan laboratorium modern.

Seribu-saya sudah, maaf-itu 500, tapi saya sudah membangun 166 sekolah, sekolah asrama untuk warga yang sangat miskin. Jadi ini mungkin unik, karena biasanya anak-anak kelas atas, anak-anak orang kaya yang masuk sekolah asrama. Tapi saya sekarang membuat sekolah asrama untuk warga yang sangat miskin. Syarat satu-satunya untuk masuk sekolah tersebut adalah mereka harus berasal dari desil terbawah masyarakat kita. Mereka yang sangat miskin, saya mengambil anak-anak mereka. Saya ingin memutus rantai kemiskinan.

Biasanya di negara-negara seperti negara saya, negara-negara di belahan bumi selatan (global south), negara-negara dunia ketiga, negara-negara yang keluar dari ratusan tahun kolonialisme, biasanya anak seorang petani miskin akan menjadi petani miskin. Anak seorang pengumpul sampah akan menjadi pengumpul sampah. Anak seorang pedagang kaki lima akan menjadi pedagang kaki lima. Anak seorang buruh harian di pelabuhan juga akan menjadi buruh harian di pelabuhan. Inilah yang kami sebut di global south sebagai lingkaran kemiskinan. Saya bertekad untuk memutus lingkaran itu.

Saya bertekad bahwa anak dari orang termiskin tidak boleh miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama. Dan itulah sebabnya saya telah membangun 166, dan saya akan membangun total 500 sekolah asrama ini. Dan 500 lainnya bukan sekolah asrama, melainkan pusat keunggulan (centers of excellence) untuk mendorong anak-anak lain yang lebih cerdas. Saya juga telah memulai 20 sekolah asrama baru untuk mereka yang berbakat secara akademis. Saya juga membangun 10 universitas baru, dan saya sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan universitas-universitas terbaik di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara untuk menyatukan mereka (twin them) dan menghasilkan universitas di kampus dengan standar internasional.

Selain itu, kami kini sedang dalam proses membangun 83.000 koperasi dengan 83.000 gudang, 83.000 fasilitas pendingin (cold storage), 83.000 minimarket, 83.000 apotek desa yang menjual obat generik, dan semua barang bersubsidi langsung ke desa-desa tanpa intervensi dari terlalu banyak tengkulak. Kami juga akan memodernisasi apa yang kami sebut desa nelayan baru. Kami akan membangun setidaknya 1.000 tahun ini, tetapi sebenarnya kami ingin mengalokasikan dana untuk 5.000 desa. Setiap desa akan memiliki 2.000 nelayan. Kami berharap dapat memberi dampak pada 10 juta nelayan beserta istri dan anak-anak mereka. Ini akan berdampak pada setidaknya 40 juta orang Indonesia.

Kami telah memulai proyek percontohan di Biak, Papua, dan hasilnya sangat membesarkan hati. Rata-rata peningkatan mata pencaharian mereka adalah 60% peningkatan pendapatan tahunan. Mengapa? Karena sebelumnya mendapatkan es sangat mustahil bagi mereka. Tidak ada pabrik pembuat es di dekat desa mereka. Untuk mendapatkan solar sangat jauh, kami akan membangun stasiun solar di setiap desa. Mereka akan memiliki akses yang sangat mudah.

Bapak dan Ibu sekalian, izinkan saya mengatakan ini dengan jelas. Tidak ada iklim investasi tanpa kepastian supremasi hukum yang adil. Tidak ada yang akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak patuh hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan. Saya bertekad di bawah pemerintahan saya untuk memastikan supremasi hukum. Hukum harus menang atas kepentingan pribadi apa pun. Pada tahun 2025, Indonesia, seperti yang saya janjikan, kami akan menghadapi dan kami telah menghadapi korupsi secara langsung, tegas, dan terbuka.

Sebagaimana orang yang berurusan dengan penyakit, kita harus memiliki keberanian untuk mengakui penyakit yang kita derita. Kami bertekad secara langsung untuk melawan korupsi ini. Ini menantang. Tidak banyak orang percaya kita bisa melakukannya, tapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik. Saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum. Dalam minggu-minggu pertama saya di pemerintahan, kami menemukan penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Di semua sektor ekonomi, kami menemukan ilegalitas, praktik-praktik ilegal.

Dalam tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita 4 juta hektar perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Ini luar biasa. Saya tidak menyebut ini sebagai usaha bebas. Saya tidak menyebut ini sebagai pasar bebas. Saya menyebutnya secara terbuka sebagai “greednomics”, ekonomi keserakahan, ekonomi dari praktik-praktik rakus. Mungkin di banyak negara Anda, pernah ada periode seperti ini, periode para perampok kakap (robber barons).

Saya telah menyita 4 juta hektar, tetapi dua hari yang lalu, saya memimpin rapat kabinet melalui Zoom dari London, dan kami memutuskan untuk menyita atau mencabut izin 28 korporasi, yang memiliki izin atas 1,01 juta hektar. Saya mencabutnya, karena kami menemukan mereka melanggar hukum. Mereka membangun perkebunan di hutan lindung. Ini adalah perusakan nyata terhadap supremasi hukum. Mungkin para pengusaha rakus ini merasa bahwa mereka tidak perlu mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia. Atau mungkin mereka merasa bisa membeli semua pejabat pemerintah Indonesia.

Saya memiliki laporan bahwa beberapa dari orang-orang ini dalam pertemuan mereka berkata, oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli. Yah, saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya. Mereka akan mendapati kejutan besar. Dikombinasikan dengan 4 juta hektar perkebunan ilegal yang sudah disita, kami, pada kenyataannya, telah memberlakukan upaya penegakan hukum kehutanan yang paling berani dan paling nekat dalam sejarah Indonesia. Hingga saat ini, kami telah menutup 1.000 tambang ilegal. Tetapi staf saya, orang-orang saya melaporkan kepada saya, Pak, setidaknya ada 1.000 lagi atau lebih.

Mungkin ada sebanyak 666 korporasi yang melanggar hukum. Jadi saya katakan, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada jalan mundur. Rakyat saya menuntut ini. Dan kami bertekad untuk melayani rakyat kami dengan kejujuran.

Kami bertekad, saya bertekad untuk menjunjung tinggi sumpah saya, membela konstitusi negara saya, menegakkan hukum di negeri ini. Anda mungkin belum mendengar cerita kami karena kami adalah orang-orang yang tidak suka pamer. Kami rendah hati. Kami cenderung berada di bawah radar. Namun kami sangat bertekad dalam upaya kami untuk mengejar ketertinggalan dengan seluruh dunia.

Anda mungkin belum mendengar cerita ini, tetapi kemiskinan ekstrem di Indonesia turun ke level terendah dalam sejarah. Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan menghapuskan kemiskinan ekstrem dan kita akan menurunkan angka kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi dalam hidup saya. Itulah misi saya di tahun-tahun sisa hidup saya.

Tidak ada yang lebih terhormat, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan tingkat kemiskinan dan menghapuskan kelaparan. Ada pepatah yang saya pelajari dari orang tua saya, salah satu sesepuh saya, seorang pemimpin politik yang sangat bijaksana dan sangat jujur, dia memberi tahu saya, “Prabowo, tugas seorang pemimpin itu sangat sederhana. Jika kamu ingin menjadi pemimpin negeri ini, kamu harus bekerja agar si miskin dan si lemah bisa tersenyum dan bisa tertawa.” Sangat sederhana. Apa artinya itu? Jika si miskin dan si lemah bisa tersenyum dan bisa tertawa, itu berarti mereka punya harapan.

Itu berarti mereka melihat masa depan. Itu berarti mata pencaharian mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang. Untuk membuat orang Indonesia yang paling miskin, orang Indonesia yang paling lemah, tersenyum. Saya rasa bagian dari ini adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan tindakan jahat (malfeasance).

Bapak dan Ibu sekalian, beberapa hari yang lalu, saya sendiri terkejut. Jajak pendapat Gallup dan Universitas Harvard menemukan bahwa survei penelitian dari ratusan negara menemukan bahwa Indonesia, rakyat Indonesia adalah orang yang paling bahagia, negara yang paling berkembang di dunia dengan rakyat yang paling optimis. Ini sedikit membesarkan hati, tapi bagi saya juga sedikit menyedihkan. Saya tahu rakyat saya. Banyak dari mereka tinggal di gubuk.

Banyak dari mereka tidak punya air bersih. Banyak dari mereka tidak punya kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam. Namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan. Kita juga mencapai swasembada beras. Pertama kalinya dalam bertahun-tahun, produksi beras kita adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya memberikan target untuk swasembada dalam empat tahun kepada tim saya. Mereka melakukannya dalam satu tahun. Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya. Jagung, gula, protein.

Yang Mulia, para delegasi yang terhormat, Indonesia tidak takut akan integrasi ekonomi. Kami adalah bangsa pedagang selama ratusan tahun. Kami membuat perjanjian perdagangan sekarang, bukan karena itu sedang tren, tetapi karena kami menganggapnya perlu.

Kami percaya pada konsep saling menguntungkan (win-win). Tahun lalu kami menandatangani perjanjian perdagangan bebas dan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Eropa, dengan Uni Eropa, Kanada, Peru, Eurasia. Saya baru saja mengunjungi Inggris untuk menandatangani kemitraan strategis baru kami. Juga, perjanjian pertumbuhan ekonomi. Dan kami berharap tahun depan kami dapat menyelesaikan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Inggris.

Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memperdalam produktivitas, mengurangi hambatan, dan membuka pertumbuhan sektor swasta bagi Indonesia, ASEAN, dan Global South. Kami percaya bahwa integrasi perdagangan, jika dilakukan secara adil, bukanlah ancaman bagi kedaulatan. Kami percaya perdagangan adalah alat untuk kemakmuran. Indonesia memiliki visi yang jelas.

Kami bertekad untuk menjadi negara modern, terintegrasi dengan ekonomi global, memberikan kualitas hidup yang baik bagi warga negaranya, hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan. Namun kami sangat paham bahwa ini tidak bisa dicapai dengan slogan semata. Hal ini membutuhkan tekad, tata kelola yang baik, pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi dan tindakan jahat.

Dan pada akhirnya, kita harus memiliki administrasi publik yang efisien. Kita juga harus memberlakukan budaya baru dalam birokrasi kita. Pemerintah kita harus melayani kepentingan umum dan tidak boleh membiarkan dirinya terjebak dalam kolusi dengan pelaku ekonomi yang serakah dan rakus. Mencapai misi kami juga memerlukan investasi cerdas dalam infrastruktur, menyederhanakan aturan dan regulasi, menyingkirkan terlalu banyak birokrasi, dan tentu saja investasi yang signifikan dalam kesehatan dan pendidikan.

Delegasi yang terhormat, sahabat sekalian, pertumbuhan ekonomi membutuhkan sektor swasta yang dinamis. Indonesia sedang dan akan selalu terbuka bagi investasi asing maupun domestik. Dan kami menyadari prasyarat untuk investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi. Serta, kepastian supremasi hukum yang adil, yang dijamin oleh pemerintahan yang kuat, bersih, dan demokratis.

Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan berkelanjutan dengan stabilitas. Kami mungkin sangat rendah hati, kami mungkin berada di bawah radar, kami tidak suka pamer, atau membual. Kami percaya pada bukti, tindakan berbasis bukti. Faktanya, saya diundang untuk berbicara tahun lalu di sini, dan saya menolak. Mengapa? Karena jika saya datang tahun lalu, saya baru memimpin pemerintahan saya selama dua bulan. Jadi apa yang bisa saya katakan? Saya hanya akan bisa bicara omong kosong. Hari ini, saya berdiri di depan Anda dengan kepercayaan diri, dengan rasa bangga atas pencapaian kami.

Dalam satu tahun kami telah mencapai kemajuan yang luar biasa, reformasi yang luar biasa. Kami telah menghapus ratusan dan ratusan regulasi yang tidak masuk akal, regulasi yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan regulasi telah kami hapus dalam satu tahun.

Bapak dan Ibu sekalian, perdamaian dan stabilitas adalah program yang panjang dan berat. Tetapi jika Anda ingin mengambil sesuatu dari pembicaraan saya hari ini, mungkin seharusnya begini: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Kami ingin menjadi teman bagi semua, musuh bagi tidak ada satu pun. Seribu teman terlalu sedikit bagi kami, satu musuh terlalu banyak. Kami ingin menjadi tetangga yang baik, warga dunia yang baik dan bertanggung jawab, melindungi lingkungan, melindungi alam. Kita tidak boleh merusak alam. Kita harus hidup bersama alam. Kita harus menjaga dan menjadi bagian dari masa depan yang penuh harapan.

Harapan yang didasarkan pada kredibilitas, pelaksanaan kebijakan publik yang sehat, dan catatan pertumbuhan berkelanjutan dengan pemerataan. Mari kita bangun dunia yang kita inginkan bersama-sama. Mari kita lanjutkan perjalanan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua, hidup dalam kedamaian, kebebasan, persahabatan, toleransi, koeksistensi, dan kerja sama bagi semua ras, semua etnis, semua agama. Mari kita lanjutkan perjuangan kita untuk keadilan bagi semua, keamanan dan kebebasan bagi semua.

Saya menantikan kehadiran banyak dari Anda di ruangan ini di Indonesia, karena di Bali Juni ini, kami akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit yang pertama, bersama dengan World Economic Forum, yang disponsori oleh Indonesia, bersama dengan partisipasi penting dari Bapak Ray Dalio dan kapal risetnya, OceanX. Ada SpaceX, saya rasa, dari Bapak Elon Musk, tetapi saya rasa Bapak Ray Dalio adalah salah satu pelopor dalam riset laut.

Dan Indonesia, yang tiga perempatnya adalah laut, kami sangat prihatin dengan masa depan lautan kami. Bapak dan Ibu sekalian, terima kasih banyak atas perhatiannya. Semoga Anda pergi dengan damai dengan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Wassalamualaikum wr.wb.
Semoga kedamaian menyertai kita semua.

Terima kasih.

Transformasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perubahan fundamental dalam tata kelola negara dan ekonomi. Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 59,8 juta penerima manfaat tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru dengan melibatkan 61.000 UMKM dan menciptakan 600.000 lapangan kerja di sektor dapur saja. Ini membuktikan bahwa kebijakan sosial yang dirancang dengan tepat dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus.

Di sektor pendidikan, digitalisasi melalui pemasangan 1 juta panel interaktif di sekolah-sekolah memberikan akses pendidikan berkualitas hingga ke daerah terpencil. Inovasi ini mematahkan paradigma bahwa pendidikan berkualitas hanya untuk kalangan elit, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan multigenerasi melalui 166 sekolah asrama bagi warga prasejahtera.

Pada sisi tata kelola, penegakan hukum yang tegas dengan menyita 4 juta hektar lahan ilegal dan menutup 1.000 tambang ilegal menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi “greednomics” atau ekonomi keserakahan. Langkah ini, ditambah dengan pembentukan Danantara sebagai sovereign wealth fund dengan aset 1 triliun dolar AS, menempatkan Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel dan berintegritas tinggi.

Berbagai capaian ini menghadirkan narasi baru tentang Indonesia: negara yang mampu menghadirkan stabilitas di tengah ketidakpastian global, menjaga kredibilitas pembayaran utang sejak era kolonial, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan dan optimisme masyarakat dapat tumbuh meskipun dalam keterbatasan ekonomi, sebagaimana terungkap dalam survei Gallup dan Harvard University.

Indonesia telah membuktikan bahwa pilihan untuk mengutamakan persatuan, kolaborasi, dan penegakan hukum adalah kunci keberhasilan. Dengan fondasi yang kuat ini, bangsa ini siap bergerak maju, mengajak seluruh rakyat untuk terus berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih cerah, sejahtera, dan bermartabat. Saatnya kita bersama-sama menjaga momentum ini untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur bagi semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan