Pasutri Bandar Narkoba Ditangkap di Jakarta Pusat, Polisi Sita Sabu 1,2 Kg dan Ekstasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang terdiri dari sabu dan ekstasi. Dalam operasi tersebut, aparat menangkap tiga orang tersangka, yang di antaranya merupakan pasangan suami istri. Tersangka utama berinisial TW, seorang pria berusia 30 tahun, diduga kuat sebagai bandar. Ia ditangkap bersama istrinya, RN, perempuan berusia 17 tahun, yang diduga membantu aktivitas distribusi barang haram tersebut. Selain pasangan itu, polisi juga menangkap seorang pria lain berinisial DH (34) yang berperan sebagai kurir penyimpan barang.

Dari tangan para pelaku, penyidik menyita barang bukti dalam jumlah yang cukup besar. Total sabu yang diamankan seberat 1.272,43 gram, sementara ekstasi yang disita mencapai 1.451 butir. Penangkapan ini dilakukan pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB di lokasi yang berbeda. Awalnya, polisi mendapat informasi mengenai adanya aktivitas peredaran narkoba di sejumlah titik, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

TW dan RN akhirnya diringkus di pinggir jalan depan Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan ponsel, mobil, dan sejumlah narkoba. Pengembangan kasus pun dilakukan, yang mengarah pada penangkapan DH di depan Plaza Cibubur, Kota Bekasi. Petugas melakukan penggeledahan di kontrakan dan kamar kos yang digunakan DH sebagai tempat penyimpanan. Selain narkoba, polisi juga menyita barang bukti pendukung seperti ponsel, timbangan digital, dan belasan plastik klip kosong.

Penyidik mengungkap fakta mengejutkan bahwa ketiga pelaku ini merupakan residivis dengan kasus serupa di masa lalu. Mereka sebelumnya pernah terlibat dalam perkara peredaran narkotika. Saat ini, ketiga tersangka diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus peredaran narkotika dengan modus operandi penggunaan pasangan suami istri dan kurir ini menunjukkan betapa liciknya jaringan kejahatan dalam memanfaatkan hubungan keluarga untuk menutupi aktivitas ilegal. Pola yang digunakan seringkali mengaburkan kecurigaan aparat karena aktivitas yang terlihat seperti keluarga normal pada umumnya. Namun, ketelitian penyelidikan dan informasi dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini. Penggunaan teknologi komunikasi dan transportasi pribadi juga mempermudah pergerakan barang haram ini, namun berhasil digagalkan oleh kerja cepat kepolisian.

Keterlibatan residivis dalam kasus ini mengindikasikan adanya jaringan kejahatan terstruktur yang sulit diputus mata rantainya. Mereka kembali menjalankan bisnis haram setelah sebelumnya pernah berurusan dengan hukum. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penegakan hukum di Indonesia dalam memberantas narkotika. Penyitaan barang bukti dalam jumlah besar tentu saja mencegah ribuan jiwa muda dari bahaya kerusakan kesehatan mental dan fisik akibat narkotika.

Penanganan kasus narkotika ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Masyarakat diajak untuk tidak diam melihat kejahatan yang terjadi, karena laporan ke pihak berwajib dapat menyelamatkan banyak nyawa. Keberhasilan polisi mengungkap kasus ini juga menunjukkan komitmen penegakan hukum yang tegas terhadap bandar narkoba tanpa pandang bulu. Jaringan peredaran narkoba harus diberantas hingga ke akar-akarnya untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika.

Tindakan preventif melalui edukasi bahaya narkoba harus terus digalakkan di berbagai kalangan, terutama generasi muda yang rentan menjadi target sasaran. Peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak menjadi sangat krusial untuk mencegah terjerumusnya mereka ke dalam lingkaran hitam narkoba. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum merupakan kunci utama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan bangsa, mari bersama-sama melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman serius ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan