Banjir di Kota Tangerang Picu 318 Warga Mengungsi, Polisi Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hingga pagi ini, 42 titik di Kota Tangerang, Banten, masih terendam air banjir. Akibatnya, 318 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Daerah yang masih terdampak genangan air pascahujan dengan parameter titik banjir 42 lokasi, pengungsi 318 orang,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Prapto Lasono pada Jumat, 23 Januari 2026.

Warga yang terdampak bencana banyak yang mengungsi ke sejumlah lokasi seperti masjid, kantor pemadam kebakaran, musala, posyandu, serta gedung serbaguna yang tersebar di wilayah mereka masing-masing.

Data situasi terkini ini tercatat diperbaharui pada pukul 08.00 WIB. Untuk menangani situasi, petugas gabungan telah mendirikan enam posko komando di lapangan.

Berikut rincian lokasi genangan air berdasarkan wilayah hukum Polsek di Kota Tangerang:

  • Polsek Benda: 2 titik genangan.
  • Polsek Ciledug: 13 titik genangan.
  • Polsek Cipondoh: 3 titik genangan.
  • Polsek Pinang: 7 titik genangan.
  • Polsek Pakuhaji: 2 titik genangan.
  • Polsek Teluknaga: 11 titik genangan.

Polisi saat ini siaga penuh di lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak. Selain membantu evakuasi, aparat kepolisian juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi banjir.

“Tindakan yang dilakukan evakuasi masyarakat terdampak, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas, pembersihan pohon, berkoordinasi dengan stakeholder, patroli pengamanan rumah kosong, dan pemeriksaan medis,” jelasnya.

Banjir yang melanda kawasan urban ini seringkali menjadi cerminan kompleksitas tata ruang dan drainase di perkotaan. Tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini memang menjadi tantangan tersendiri, namun respons cepat dari tim gabungan menunjukkan adanya kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana musiman. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja.

Dalam penanganan bencana banjir, kecepatan evakuasi dan ketersediaan tempat pengungsian yang layak menjadi faktor krusial. Data menyebutkan 318 warga terdampak yang saat ini berada di posko pengungsian membutuhkan dukungan logistik dan kesehatan. Sinergi antara kepolisian, dinas pemadam kebakaran, serta pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.

Selain fokus pada evakuasi, aspek pencegahan di masa mendatang perlu diperkuat dengan normalisasi saluran air dan drainase. Edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana juga penting agar setiap individu memiliki kesiapan saat bencana datang. Kondisi arus lalu lintas yang terganggu akibat banjir membutuhkan koordinasi yang matang agar mobilitas masyarakat tetap berjalan meski dengan skema rekayasa jalur sementara.

Kita harus terus bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Setiap bencana adalah pengingat bahwa kita harus siap menghadapi berbagai situasi. Jaga kebersihan saluran air di sekitar rumah dan selalu siapkan tas siaga bencana. Mari kita bangun ketahanan komunitas yang kuat agar bisa melewati tantangan ini dengan lebih baik dan penuh kepedulian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan