Pesan Menohok Purbaya Anggito ke Pejabat Pajak Usai Copot Kakanwil Jakarta Utara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi memberhentikan Wansepta Nirwanda dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara. Pencopotan ini dilakukan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tiga pegawai di bawah naungan wilayah tersebut.

Meskipun Wansepta Nirwanda tidak terjerat dalam operasi senyap tersebut secara langsung, Purbaya menilai pergantian kepemimpinan ini sebagai bentuk tanggung jawab moril seorang atasan. Saat ini, posisi Kakanwil DJP Jakarta Utara diduduki oleh Untung Supardi. Tak hanya dicopot, Wansepta juga dimutasi sementara dengan status dirumahkan. Purbaya menegaskan bahwa nantinya akan dicari posisi jabatan yang sesuai bagi Wansepta, mengingat tanggung jawab pimpinan tetap melekat meskipun tidak terlibat langsung dalam tindak pidana.

Dalam keterangannya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Purbaya mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Ditjen Pajak untuk tidak menutup mata terhadap aktivitas bawahan. Ia menegaskan bahwa pimpinan tidak bisa lepas tangan begitu saja jika terjadi masalah di level bawah. Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang tersembunyi.

Purbaya menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah strategis hingga level Kakanwil demi menjaga integritas institusi. Ia menyatakan satu orang yang menyimpang dapat merusak kepercayaan publik dan menghancurkan kerja keras ribuan orang lainnya. Oleh karena itu, sanksi tegas akan diberlakukan bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi tersebut beragam, mulai dari mutasi ke daerah terpencil hingga pemberhentian, tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan. Purbaya menegaskan bahwa langkah ini bukan emosi sesaat, melainkan keharusan agar negara tidak kalah dengan praktik penyimpangan.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga pegawai pajak di Kanwil Jakarta Utara sebagai tersangka OTT. Mereka adalah DWB (Kepala KPP Madya Jakarta Utara), AGS (Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi), dan ASB (Tim Penilai). Menyusul penetapan tersangka ini, Purbaya segera melantik pengganti mereka. Selain Untung Supardi sebagai Kakanwil, posisi lain yang juga diganti adalah Kepala KPP Madya Jakarta Utara yang kini dipegang Gorga Parlaungan, Kepala Seksi Pengawasan III dijabat Hadi Suprayitno, serta Pejabat Fungsional Penilai Pajak Ahli Muda dipegang Andika Arisandi.

Sistem perpajakan yang transparan dan bersih adalah fondasi utama bagi keadilan ekonomi suatu bangsa. Ketika kepercayaan publik mulai tergerus oleh oknum, langkah tegas yang diambil pimpinan menjadi cambuk sekaligus penyemangat untuk memulihkan citra institusi. Setiap individu yang bekerja di sektor pelayanan publik harus menyadari bahwa integritas adalah nyawa, di mana satu kesalahan kecil bisa berdampak sistemik bagi jutaan rakyat yang mengandalkan sistem tersebut. Transformasi birokrasi tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga marwah negara di mata masyarakat.

Perubahan struktural yang terjadi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara menunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi pembiaran terhadap praktik tidak etis. Proses pembersihan ini mengingatkan kita semua bahwa menjaga amanah jabatan membutuhkan kewaspadaan dan komitmen tinggi. Dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat dan sanksi yang berlaku adil, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat dan kepercayaan publik dapat dipulihkan secara bertahap. Mari bersama-sama mendukung transparansi demi masa depan fiskal yang lebih sehat dan berkeadilan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan