Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, avtur, dan bensin nonsubsidi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi mencapai swasembada energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI pada Kamis, 22 Januari 2026. Pemerintah memastikan mulai tahun ini impor solar akan dihentikan menyusul keberhasilan program mandatory biodiesel B40 serta operasional kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Total konsumsi kita sekarang untuk solar itu kurang lebih sekitar 38 sampai 39 juta kiloliter per tahun. Nah, dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter. Oleh karena kita surplus 1,4 juta kiloliter maka 2026 kita tidak lagi, saya ulangi, tidak lagi kita melakukan impor solar,” papar Bahlil.
Meski demikian, untuk jenis solar C51, penghentian impor diperkirakan baru bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini. Pada semester pertama, impor C51 masih akan berjalan meskipun dengan volume yang terbatas.
“Tetapi kalau C51 sekarang kita lagi mendesain mesinnya, itu nanti di semester kedua baru tidak melakukan impor. Jadi semester satu tetap C51 tetap kita impor tapi volumenya tidak banyak,” tutur Bahlil.
Selain solar, pemerintah juga menargetkan penghentian impor BBM nonsubsidi jenis bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 pada tahun 2027. Sementara itu, impor bensin subsidi masih akan dilanjutkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Kemudian untuk 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang RON 92, 95, 98. Nah, ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027 supaya apa? Kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk, tapi nanti yang kita kedepankan adalah kita impor adalah crude-nya,” jelas Bahlil.
Rencana serupa juga berlaku untuk avtur. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi impor avtur pada 2027. Saat ini, Kementerian ESDM bersama Pertamina sedang mengupayakan konversi surplus solar sebanyak 1,4 juta kiloliter menjadi bahan baku avtur.
“Avtur juga demikian. Jadi avtur untuk 2026 sekarang kami dengan Pertamina bekerja keras agar kelebihan solar yang 1,4 juta dikonversi menjadi bahan baku dalam membangun avtur agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur,” pungkas Bahlil.
Strategi Swasembada Energi Indonesia
Pencapaian target penghentian impor BBM ini tidak lepas dari keberhasilan implementasi kebijakan energi terbarukan dan pengembangan infrastruktur kilang nasional. Program biodiesel B40 telah membuktikan bahwa pemanfaatan sawit sebagai sumber energi mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Data menunjukkan peningkatan konsumsi biodiesel secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yang berkontribusi pada surplus produksi solar domestik.
Pengoperasian kilang RDMP Balikpapan menjadi pendorong utama kemandirian energi. Kilang ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah menjadi BBM berkualitas tinggi, termasuk solar dan avtur. Dengan kapasitas pengolahan yang lebih besar, Pertamina mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri.
Transformasi sektor energi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi. Mengurangi impor BBM dapat menstabilkan neraca perdagangan dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa. Selain itu, pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam domestik membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah juga tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan dalam konversi solar menjadi avtur. Proses ini memerlukan teknologi pengolahan yang canggih dan investasi signifikan. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, target swasembada avtur pada 2027 dinilai realistis. Fokus saat ini adalah memastikan ketersediaan bahan baku dan efisiensi proses konversi.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) lainnya seperti panas bumi, matahari, dan angin untuk mendukung bauran energi nasional. Diversifikasi sumber energi ini menjadi kunci untuk mengurangi emisi karbon dan memenuhi target penurunan emisi global. Kombinasi antara pemanfaatan biofuel dan EBT akan memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Penghentian impor BBM bukan hanya soal kemandirian, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan biodiesel yang lebih ramah lingkungan dibandingkan solar fosil membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris dan upaya global dalam memerangi perubahan iklim.
Dengan langkah strategis ini, Indonesia bergerak menuju masa depan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Mari kita dukung upaya ini dengan bijak menggunakan energi dan mendukung inovasi domestik. Kemandirian energi adalah kunci kejayaan bangsa.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.